Monday, October 30, 2017

57 Panwascam Di Ngawi Resmi Dilantik Langsung Kerja

Newsiaga || Sebanyak 57 anggota panitia pengawas pemilu tingkat kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur resmi dilantik yang ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Abjudin Widiyas Nursanto Ketua Panwaslu Kabupaten Ngawi. Pelantikan puluhan panwas tersebut dilakukan di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi dihadiri Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, para stakeholder terkait dan anggota panwas dari daerah sekitarnya seperti Magetan dan Madiun, Senin (30/10).

Ke- 57 anggota Panwascam ini akan bertugas di 19 kecamatan dengan masing-masing kecamatan terdiri dari 3 orang anggota. Dari jumlah tersebut terdiri 48 anggota laki-laki dan sisanya 9 anggota perempuan. Abjudin Widiyas Nursanto Ketua Panwaslu Kabupaten Ngawi mengatakan, Panwascam tidak hanya bertugas dalam Pilgub Jatim 2018. Tetapi masa kerjanya diperpanjang hingga pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019.

Mereka yang terpilih sebagai anggota Panwascam sudah dijaring melalui seleksi yang cukup ketat. Mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis hingga wawancara. Sehingga diharapkan, mereka yang terpilih tersebut punya kredibilitas yang cukup baik dan dinilai bisa mengemban tugas dengan maksimal.

Mereka telah berkomitmen mengawal pesta demokrasi baik Pilgub Jatim hingga Pileg dan Pilpres. Netralitas sebagai anggota panwas tentu sebagai hal mutlak, terang Abjudin.

Terpisah Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi berharap agar anggota Panwascam di semua tingkatan harus bersikap netral. Selain itu, setiap individu panwas juga bisa mampu bersikap adil dan tidak diskriminatif jika menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

Tugas panwas tidak lain adalah mengawal tahapan pemilu sesuai perundangan yang berlaku dan memberlakukan secara adil, netral dan tidak berlaku diskriminatif. Sebab, posisi panwas dalam pemilu adalah sebagai wasit, cetus Ony Anwar.


Menurut Ony, posisi panwas terutama di tingkat kecamatan saat ini sangat penting. Bukan hanya mengawasi proses Pilgub Jatim 2018 melainkan pada Pileg 2019 mendatang. Hal ini terkait dengan banyaknya jumlah parpol peserta pemilu sehingga dinilai rawan terjadinya konflik.

Sementara itu Khoirul Anam salah satu Komisioner Panwaslu Kabupaten Ngawi menandaskan, tugas sebagai anggota panwas memang berat mereka harus bekerja sesuai misinya. Mengingat mendasar kapasitas sebagai seorang anggota panwas mengawasi semua tahapan pesta demokrasi yang digelar jangan sampai pelaksanaan pemilu nantinya terciderai oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Mereka harus bekerja secara ekstra dan setelah pelantikan ini setiap anggota panwas di kecamatan segera membentuk kesekretariatan maupun divisi-divisi agar secepatnya bisa laporkan ke Bawaslu Jatim, pungkas Khoirul Anam. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: