Wednesday, October 25, 2017

Bupati Ngajuk Diciduk KPK Lagi


SIAGA || NGANJUK–Bupati Nganjuk Taufiqurrahman diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan. Ia ditangkap karena diduga terlibat dalam suatu kasus tindak pidana korupsi berupa suap.
Taufiqurrahman juga pernah berurusan dengan pihak KPK sebelumnya. Bahkan dia pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Taufiqurrahman yang juga politikus PDI-Perjuangan itu sempat tersangkut dugaan penerimaan gratifikasi saat menjabat sebagai bupati pada periode 2008-2013 dan 2013-2018. Dia disangkakan Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Selain terjerat kasus gratifikasi, Taufiqurrahman juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lima proyek pembangunan dan perbaikan jalan di Kabupaten Nganjuk tahun 2009.
Lima proyek yang diduga menjadi lahan korupsi Taufiqurrahman adalah pembangunan jembatan Kedungingas, proyek rehabilitasi saluran Melilir Nganjuk, proyek perbaikan jalan Sukomoro sampai Kecubung.

Lalu, proyek rehabilitasi saluran Ganggang Malang, proyek pemeliharaan berkala jalan Ngangkrek ke Blora di Kabupaten Nganjuk.
Dalam kasus itu, KPK menyangkakan Pasal 12 huruf i UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi kepada Taufiqurrahman.
Namun kemudian, dia mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangkanya tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Permohonan tersebut bahkan kemudian dikabulkan hakim tunggal I Wayan Karya.

Pengadilan memutuskan bahwa penanganan perkara terhadap Taufiqurrahman harus dikembalikan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk. Sebab, hakim menilai bahwa Kejari Nganjuk adalah pihak yang pertama melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi Taufiqurrahman. Kasus tersebut kemudian diambil alih KPK dan kemudian lembaga antirasuah itu menerbitkan sprindik terhadap Taufiqurrahman. Hakim menyatakan bahwa kasus tersebut harus dikembalikan kepada Kejari Nganjuk berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Kejaksaan dan KPK.
Kini, Taufiqurrahman kembali berurusan dengan KPK setelah dia tertangkap tangan. Ia diamankan karena diduga terkait kasus korupsi berupa suap.
sumber : kumparan.com

SHARE THIS

Author:

0 komentar: