Saturday, October 21, 2017

Kalangan Nahdliyin Ngawi Gelar Fashion Show Muslim Berlatar Etnik Nusantara


Siaga || Masih dalam rangkaian memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 kalangan nahdliyin dibawah badan otonomi Nahdlatul Ulama (NU) menggelar event fashion show di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi dengan tema Muslimah Etnik Nusantara, Sabtu (21/10).

Nuri Karimatunnisa ketua panitia fashion show mengatakan, event yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut diselenggarakan oleh Fatayat, IPPNU, PMII dan Muslimat wilayah Ngawi. Didalam fashion show sendiri ada tiga kategori lomba mulai kategori anak antara usia 5-12 tahun, kategori pelajar antara usia 13-18 tahun dan terakhir kategori umum dan mahasiswa usia 19 tahun ke atas.

Perlombaan fashion show busana muslimah dalam rangkaian perayaan hari santri di Ngawi ini merebutkan uang pembinaan sekaligus tropy yang diikuti sekitar 110 peserta. Meski demikian gelaran fashion show muslimah ada beberapa syarat dan ketentuan yang sifatnya sangat mengikat, terang Nuri Karimatunnisa, Sabtu (21/10).

Ketentuan yang dimaksudkan antara lain, pakaian harus menutup tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, pakaian tidak transparan, pakaian harus menyiratkan etnik nusantara seperti kebaya dan songket batik. Selain itu make-up bebas sopan serta rapi dan boleh memakai pakaian muslim bentuk busana pesta maupun kausal.

Sambungnya lagi, pihak panitia pun mendatangkan dewan juri berkelas seperti Hj.Endah Khoirul Anam pengasuh Ponpes Al Hidayah Sondrean, Kecamatan Kendal, Ngawi, yang dikenal sering mengisi acara keagamaan di televisi swasta nasional demikian juga Dewi Farida sang pemilik Yasmin Wedding Surabaya.

Ditambah Hj. Heny Sholihah yang merupakan bendahara Muslimat NU Kabupaten Ngawi, Tinuk Faruq dari Griya Rias Tinuk Faruq Jalan Jekitut, Beran, Ngawi dan terakhir Harisma asal Kota Magetan yang notabene menyabet runner up Wajah Muslimah Indonesia 2013 sekaligus 10 besar Raka dan Raki Jatim 2013

Tujuan fashion show muslimah memang dikemas sebagai ruang untuk mendorong kreativitas para santri dalam hal ini para muslimah dalam berbusana Islami dengan wawasan intelektual. Sekaligus sebagai ajang untuk mengeksplor ilmu pengetahuan khususnya tentang tata cara berbusana muslim tanpa meninggalkan cirri khas maupun etnik nusantara, pungkas Nuri Karimatunnisa. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: