Monday, October 23, 2017

Makanan Beracun Diduga Mengandung Bakteri Salmonella


SIAGA || Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi menindaklanjuti kasus keracunan makanan yang dialami ratusan warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi dengan membawa sampel makanan untuk di uji laboratorium di Surabaya. 

Hanya saja hasil analisis sementara yang membuat makanan beracun karena faktor antara lain proses pembuatan makanan tidak sesuai standartnya dan kesalahan dalam penyimpanan makanan sehingga memicu munculnya jamur dan bakteri salmonella.

“Sampel makanan yang diambil kemarin itu sudah kami kirim ke lab di Surabaya namun hasilnya baru keluar sekitar sepekan lagi. Tetapi memang ada satu kemungkinan proses pembuatan makanan itu tidak pas sehingga memunculkan bakteri itu,” terang Plt Dinkes Kabupaten Ngawi Agus Sri Gunawan, Senin (23/10).

Ia membenarkan usai kejadian yang menyebabkan 108 warga keracunan Tim Epidemilogi Dinkes Kabupaten Ngawi mendatangi rumah almarhum Martoyo di Dusun Sidorejo, Desa Sidolaju untuk mengambil sejumlah makanan yang patut dicurigai mengandung racun. Jenis makanan yang diplototi petugas tersebut tidak lain yang dipesan dari pengusaha catering didalam Kota Ngawi.

Terkait kasus keracunan ini Dinkes Kabupaten Ngawi menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) mengingat jumlah korban. Sesuai data sebelumnya, korban keracunan bertambah menjadi 108 orang hanya saja belasan orang yang masih menjalani perawatan inap.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus keracunan makanan ini berawal dari warga menghadiri bancaan atau kenduri 7 harinya almarhum Martoyo dirumah Kamini Dusun Sidorejo, Desa Sidolaju, sekitar pukul 19.15 WIB pada Minggu lalu, (15/10). Saat bancaan seperti biasa puluhan warga menyantap hidangan yang disajikan tuan rumah berupa snack.

Usai makan ada warga yang langsung merasakan mual disertai pusing namun ada juga warga baru merasakan gejala yang sama ketika sampai dirumah. Ketika diberi pertolongan ternyata tidak kunjung sembuh akhirnya puluhan warga ini ada yang dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: