Thursday, October 26, 2017

Panik, Masuk Gang Buntu, Dua Perampas Motor Bersajam Sukses Dimassa


SIAGA || Surabaya - Aksi perampasan motor yang dilakukan Santo Puji Kurniawan,32, dan Sam Fembi Setiawan,26, berakhir tragis. Sebab kedua pemuda yang masing-masing tinggal di Jalan Kupang Gunung Timur 1 nomor 43 dan Warga Kupang Gunung Gang Buntu 1/24 Surabaya ini babak belur dihajar warga. Kedua pelaku bersajam ini ditangkap lantaran masuk ke gang buntu setelah panik dikejar korban.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana menjelaskan penangkapan Santo dan Fembi dilakukan pada Selasa malam (24/10). Mereka dikejar warga setelah merampas motor honda Vario nopol W 4513 AH milik Richo  Yuriansah,23, warga Bambe Gresik di kawasan PTC.

Saat itu, korban sedang menjemput kekasihnya yang bekerja di kawasan tersebut,” ungkap Kompol Juliana, Rabu (25/10).

Juliana menjelaskan saat menunggu, korban didatangi oleh tiga pelaku yakni Santo, Fembi dan satu pelaku lain yakni YY (DPO). Tiga pelaku berboncengan tiga mengendarai sepeda motor Nopol W 3859 SY. Kemudian, Santo dan YY turun dari motor dan menghampiri korban. Mereka lantas berpura-pura menanyakan alamat. Sementara Febi menunggu di atas motor.

“Kemudian pada saat korban sedang berbicara dengan YY, tersangka Santo yang berada di belakang lantas mengkalungkan pisau penghabisan ke leher korban dari belakang,” jelasnya.

Awalnya Santo meminta korban untuk menyerahkan hp, namun korban yang berani lantas mencoba melawan. Dia menyikut dada Santo dan mengangkis sabetan sajam yang diayunkan kearahnya.

Kemudian, Santo dan korbanpun terlibat duel. Sementera itu, YY menggunakan kesempatan tersebut untuk membawa kabur motor korban.

“Setelah melihat YY kabur dengan motor korban, Santo mencoba naik ke motor yang dikendarai oleh Fembi, namun saat itu korban menarik Santo hingga terjatuh,” terang mantan Kapolsek Krembangan ini.

Dia juga mengatakan, setelah beberepa kali mencoba, Santo akhirnya berhasil kabur bersama Fembi. Namun korban tak membiarkannya begitu saja. Dia meminta bantuan orang pemuda yang berpacaran di kawasan tersebut untuk melakukan pengejaran.

Aksi kejar-kejaran antara kedua tersangka dan korbanpun dimulai, disepanjang perjalanan Ricko terus berteriak begal hal ini membuat warga yang mengetahui hal itu turut melakukan pengejaran. Kepedulian warga saling bersahutan di sepanjang jalan mulai jalan Bukit Darmo Boulevard (depan Lenmarc), Wiyung, Gunungsari, Joyoboyo, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Tidar dan berakhir di jalan Pacuan Kuda Petemon. Diperkirakan rute pengejaran tersebut berjarak sekitar 10 kilometer.

“Di pacuan kuda inilah, kedua tersangka salah mengambil jalan salah. Mereka masuk di sebuah gang buntu hingga akhirnya tertangkap dihajar massa,” lanjut perwira dengan satu melati di pundaknya ini. Sementara YY, pelaku yang membawa motor korban berhasil kabur.



SHARE THIS

Author:

0 komentar: