Tuesday, October 31, 2017

Ruwetnya Jelang Pilkades Serentak DPMD Ngawi Katakan No Problem


SiagaNews || Usut pun jadi, jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilakukan secara serentak di Kabupaten Ngawi pada 03 Desember 2017 mendatang masih ada mekanisme yang masih samar. Menyusul pelaksaanaan seleksi atau ujian apabila keberadaan calon kepala desa lebih dari 5 orang calon.

Seperti yang terjadi di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi, salah satu desa dari 14 desa yang bakal melaksanakan Pilkades serentak sampai jadwal penutupan pendaftaran terhitung pukul 15.00 WIB pada Selasa ini, (31/10), tercatat ada 7 orang pendaftar sebagai bakal calon kepala desa. Otomatis jika melihat jumlah pendaftar maka harus ada seleksi atau ujian untuk mengeliminasi agar jumlah calon kepala desa mengerucut menjadi 5 orang.

Sampai batas waktu yang telah ditentukan sesuai laporan dari Desa Kenongorejo memang ada 7 orang pendaftar. Tetapi dengan jumlah itu akan dilakukan seleksi atau tidak memang belum bisa dipastikan mengingat hasil verifikasi maupun penelitian berkas administrasi yang dilakukan oleh panitia belum dimulai, ungkap Agus Wibowo Kasi Pemerintahan Desa dan Aparatur Desa DPMD Ngawi, Selasa (31/10).

Sebab kata Agus, apabila dalam penelitian berkas administrasi calon kepala desa semua dinyatakan memenuhi persyaratan dan sah maka akan dilakukan tahapan berikutnya yakni seleksi calon kepala desa. Justru sebaliknya, bilamana ada calon yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana aturanya lebih dari satu orang calon kepala desa maka seleksi tidak akan dilakukan.

Soal verifikasi berkas administrasi calon memang sepenuhnya ada ditangan panitia desa. Hanya saja pelaksanaanya bisa dihitung dari hari pertama sejak proses pendaftaran atau setelah masa penutupan proses pendaftaran terhitung 20 hari, terang Agus Wibowo.

Sebab mekanisme penelitian berkas administrasi secara detail tidak diatur didalam Perbup No 23 tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda No 1 Tahun 2015 tentang Kepala Desa. Diakui Agus, mengadopsi dari Perbup No 23 Tahun 2017 memang hasil ujian bobotnya hanya 60 persen sedangkan sisanya dilihat dari bobot maupun pertimbangan lain seperti pengalaman bekerja dilingkup pemerintahan dengan bobot 15 persen, tingkat pendidikan bobot nilai 15 persen dan usia bobot nilai 10 persen.

Terpisah, Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi menegaskan 3 item pertimbangan penilaian dalam tahapan seleksi calon kepala desa baik pengalaman kerja, pendidikan dan usia sifatnya tidak mempersempit ruang demokrasi si calon itu sendiri. Meskipun jabatan kepala desa adalah merupakan jabatan politik.

Beberapa item pertimbangan sebagai dasar penilaian tujuanya tidak lain untuk mencari calon kepala desa yang berbobot baik kwantitasnya ilmunya maupun tingkat SDM. Mengapa itu dilakukan mengingat ruang pengelolaan administrasi di pemerintahan desa sekarang ini membutuhkan skill yang siap, ulas Ony Anwar.

Kemudian sesuai pantauan, sampai sejauh ini baru 8 desa dari 14 desa yang telah menetapkan nama maupun melakukan pengundian nomor urut calon kepala desa. Dari Desa Simo, Kecamatan Kwadungan (Darjo, Hartatik), Desa Paras, Kecamatan pangkur (Siti Zulaikah, Suyatno).

Untuk Desa Banjaransari, Kecamatan Padas (Puniyati, Agus Widodo), Desa Tambakromo, Kecamatan Padas (Tutik Purwati, Sungkono), Desa Gerih, Kecamatan Gerih (Sholikin, Choiri), Desa Gendol, Kecamatan Sine (Moch Sahid, Suyekti), Desa Sirigan, Kecamatan Paron ( Suyanto, Markaban) dan Desa Kebon, Kecamatan Paron (Pan Gunadi, Slamet, Endah Sri Wulansari).


Masih ada 6 desa termasuk Kenongorejo masih melakukan verifikasi administrasi berkas persyaratan para calon. Pada dasarnya Pilkades serentak nanti sudah kami persiapkan sehingga pelaksanaanya nanti tetap sesuai jadwalnya, pungkas Agus Wibowo. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: