Friday, October 27, 2017

Tekan Laka, Satlantas Polres Ngawi Maksimalkan Speed Gun

SIAGA || NGAWI. Baru-baru ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi melakukan uji coba terhadap alat pengukur kecepatan Speed Gun untuk memaksimalkan penindakan terhadap pelanggaran batas kecepatan kendaraan bermotor. Sebuah alat mirip pistol yang berasal dari Korlantas Polri ini untuk mengukur kecepatan pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Kasat Lantas AKP Rukimin, S.H mengatakan alat tersebut terdiri dari laser sensor pengukur laju kecepatan, kamera penangkap kendaraan, software speed gun, dan sebuah alat smart phone yang sudah disetting software tertentu. Penggunaan alat ini mengingat pembatasan kecepatan pada kendaraan bermotor masih sering diabaikan serta sosialisasi dalam membangun budaya tertib lalu lintas dirasa belum menyentuh pada esensi subyek manusianya secara maksimal.

Penggunaan Speed Gun ini untuk menekan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi luka berat dan meninggal dunia. Kami melakukan sosialisasi, penindakan dengan teguran tertulis dan penindakan dengan tilang, terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Jumat (27/10).

Jelasnya, adapun batas kecepatan atas di dalam kota adalah 50 kilometer/jam, untuk kecepatan antar kota dalam provinsi 80 kilometer/jam dan untuk di dalam jalan tol sendiri adalah 100 kilometer/jam. Itu sesuai yang tertuang dalam  Permenhub RI nomor 111 tahun 2015 pasal 3 ayat 4,dan dalam Pasal 106 ayat (4) huruf g Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas  dan angkutan jalan mengatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan kecepatan maksimal dan minimal.

Seturut dengan hal tersebut Pasal 115 UU LLAJ juga menyatakan Pengemudi Kendaraan bermotor di jalan dilarang mengemudikan Kendaraan melebihi batas kecepatan paling tinggi yang diperbolehkan sebagaimana dimaksud Pasal 21 dan Pasal 115 huruf a UU LLAJ.

Tambah AKP Rukimin, penggunaan alat elektronik Speed Gun dalam penegakan hukum di bidang lalu lintas diharapkan berjalan maksimal. Dengan demikian penggunaan Speed Gun diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas mengingat banyaknya pelanggar batas kecepatan di jalan raya.

Selain itu diharapkan kepada masyarakat selalu mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, terutama tidak kebut-kebutan dijalan atau memacu kecepatan tinggi kendaraan. Karena salah satu faktor kecelakaan human eror adalah melaju dengan kecepatan tinggi serta tidak dapat menguasai kendaraan sehingga terjadi kecelakaan. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: