Thursday, November 2, 2017

Begini Aksi Dua Pelaku Penggelapan Gabah Di Ngawi Ternyata Ada Pihak Lain

SiagaNews || Satreskrim Polres Ngawi akhirnya membeberkan aksi kejahatan penggelapan gabah seberat 9 ton lebih milik Eko Wahyudi (35) warga Desa Sumberwaras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi melalui press release, Kamis (02/11). Dari keteranganya, saat ini berhasil disergap dua orang pelaku yakni DH (31) selaku sopir truk warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Nganjuk dan YCW (50) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.

Iya Satreskrim Polres Ngawi berhasil menangkap dua pelaku penggelapan gabah dengan modus awalnya sudah mengubah bentuk tulisan yang ada pada kabin dan bak truk. Kemudian yang bersangkutan mencari sasaranya berupa gabah yang akan diangkut, terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko, Kamis (02/11).

Urainya, pada 17 Oktober 2017 dengan membawa truk Mitsubishi warna kuning stabillo nopol P 9611 VH dua tersangka DH maupun YCW berangkat ke kawasan Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi. Ditempat inilah dua orang terduga pelaku berhasil menemukan muatan gabah milik Eko Wahyudi yang meminta untuk diangkut ke gudang milik UD.Gading Mas masuk Kecamatan Jajak, Banyuwangi dengan ongkos muat Rp 1,2 juta.

Sekitar pukul 21.00 WIB pada truk yang sudah bermuatan gabah milik Eko Wahyudi langsung berangkat dari Desa Munggut. Namun kenyataanya sampai di Nganjuk gabah tersebut dijual ke SUP senilai Rp 32 juta dan dibongkar di Desa Tanjung Krempyang, Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk. Dan aksi kejahatan duo pelaku baik DH maupun YCW ternyata melibatkan jaringan lainya yang berjumlah empat orang. Yakni SUP sendiri, RI, BK dan CK yang sekarang ini keempat orang tersebut dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Ngawi.

Untuk mempertanggungjawabkan secara hukum DH dan YCW bakal dijerat dengan Pasal 378 Subsider Pasal 372 Junto 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Pungkas AKP Maryoko, dari pengakuan kedua terduga pelaku memang baru sekali melakukan aksi penggelapan gabah. Meski demikian pihaknya terus memeriksa secara intensif guna mengembangkan kasus yang ada sampai tuntas. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: