Tuesday, November 7, 2017

BNK Ngawi Gelar Jambore Pemuda Anti Narkoba

SiagaNews || Sesuai komitmen awal keberadaan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Ngawi terus berupaya melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pil psikotropika maupun zat-zat adiktif diwilayah kerjanya. Kali ini bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi mengadakan Jambore Pemuda Peduli selama dua hari mulai 7-8 November 2017 di Yon Armed 12 Angicipi Yudha Ngawi.

Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua BNK daerah setempat mengatakan, Jambore Pemuda Peduli yang digelar kali ini merupakan respon langsung atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwasanya Indonesia sekarang ini pada tataran darurat narkoba. Menyusul sekitar 50 anak meninggal pertahun akibat penyalahgunaan narkoba. 

Dengan demikian Jambore Pemuda Peduli di Ngawi tersebut merupakan langkah real atau nyata dari tim P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang dibentuk disetiap kabupaten/kota. Dan jambore pemuda 2017 ini merupakan kegiatan di tahun ke-5 yang dilaksanakan di Kabupaten Ngawi dengan peserta tidak kurang dari 800 orang dari kalangan pelajar setingkat SLTP sampai SLTA.

“Jadi kegiatan jambore sekarang ini merupakan respon kita terhadap isi pidato presiden tentang darurat narkoba. Seperti diketahui untuk di Ngawi setiap tahunya melalui BNK mengangkat duta anti narkoba sekitar 800-1000 pelajar,” terang Ony Anwar usai membuka Jambore Pemuda Peduli di Yon Armed 12 Angicipi Yudha, Selasa (07/11).

Jelasnya, para duta anti narkoba sesuai fungsi dan peranya menjadi agen dilingkup sekolahnya masing-masing yang bisa menginformasikan sekaligus mensosialisasikan tentang bahaya narkoba yang didalamnya ada pil psikotropika maupun bahan dan zat adiktif termasuk rokok. Ia pun mengharap kegiatan jambore bisa dilaksanakan secara berkesinambungan terarah yang bermuara pada kesiapan pemuda menjadi generasi penerus memiliki kesehatan mental spiritual khususnya bebas dari narkoba.

Disisi lain tandas Ony, selama beberapa tahun terakhir di Ngawi kasus penyalahgunaan narkoba memang sempat menyeret kalangan pelajar baik sebagai pelaku konsumen maupun pengedar. Guna memproteksi kalangan pelajar dari bahaya narkoba pihaknya atas nama BNK membuka kanal informasi dengan para pendidik lingkup sekolah SLTA sederajat khususnya para guru BK.

“Memang selama ini ada kebuntuan terkait informasi dari mereka yang terindikasi memakai narkoba. Tentu kita berharap untuk kedepanya para guru BK ini membuka kran informasi seluas-luasnya apabila menemukan anak didiknya terlibat narkoba silahkan hubungi BNK maupun Satreskoba Polres Ngawi untuk dilakukan langkah pencegahan termasuk rehabilitasi maupun advokasi sebelum ada proses hukum selanjutnya,” ulas Ony Anwar. 

Pungkasnya, mengajak seluruh stakeholder yang ada untuk mendukung program P4GN guna menangkal penyalahgunaan narkoba sejak dini di sekolah. Pun, menampung seluruh gagasan dan ide dari para kepala sekolah terkait usaha pemberantasan dan pencegahan narkoba. Langkah ini dalam rangka mendorong penerapan Inpres No 12 Tahun 2011 tentang kewajiban seluruh lapisan masyarakat dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba, salah satunya bagi kalangan pendidik. (pr) 

SHARE THIS

Author:

0 komentar: