Thursday, November 9, 2017

Di Ngawi, TNI Amankan Dugaan Penimbunan Pupuk Bersubsidi Berbagai Jenis


Siaga News || NGAWI. Personel intel dari jajaran Kodim 0805/Ngawi berhasil menggagalkan dugaan penimbunan pupuk bersubsidi berbagai jenis sebanyak 204 sak dengan total berat 10,2 ton. Ratusan sak pupuk tersebut berhasil diamankan dari tiga rumah warga di Dusun Sambirobyong, Desa/Kecamatan Pangkur, Ngawi.

Dansub Unit Intel Kodim 0805/Ngawi, Pelda Heri Sutopo mengatakan, penggerebekan terhadap dugaan penimbunan pupuk bersubsidi dilakukan setelah adanya informasi dari warga masyarakat. Pupuk bersubsidi yang dimaksudkan itu antara lain jenis Urea, Phonska, SP 36 dan ZA.

Memang sebelumnya ada info tentang dugaan permainan pupuk bersubsidi setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar. Kemudian langsung dilakukan penggerebekan itu, terang Pelda Heri Sutopo Dansub Unit Intel Kodim 0805/Ngawi, Kamis (09/11).

Dia merinci ratusan sak pupuk itu didapat dari rumah AN sebanyak 30 sak SP 36 per 50 kilogram dan Phonska 25 sak per 50 kilogram. Sedangkan dari rumah SP didapat 40 sak Urea per 50 kilogram plus ZA ada 20 sak per 50 kilogram. Dan terakhir dari rumah KDR petugas berhasil mengamankan 7 sak Urea per 50 kilogram, Phonska 18 sak per 50 kilogram, SP 36 25 sak per 50 kilogram.

Dari keterangan yang ada, pupuk bersubsidi tersebut dipasok dari luar wilayah Ngawi dan dijual kembali ke petani jauh diatas HET. Seperti Urea didapat dengan harga Rp 125 ribu dijual kembali seharga Rp 135 ribu. Untuk Phonska dibeli Rp 165 ribu dijual lagi ke petani Rp 175 ribu, ZA dari penjual Rp 105 ribu dijual lagi kepada petani Rp 115 ribu. Sedangkan SP 36 didapat Rp 130 ribu dijual ke petani Rp 140 ribu.

Kasus dugaan penimbunan pupuk bersubsidi ini sepenuhnya kami serahkan ke kepolisian guna diproses. Kapasitas kami hanya sebatas menyelamatkan pupuk bersubsidi yang sudah menjadi hak para petani jangan sampai disalahgunakan, tutup Pelda Heri Sutopo. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: