Wednesday, November 8, 2017

Dibatalkan Panitia, Bakal Calon Kades Ini Bawa Massa Dua Truk Ke Polres Ngawi

SiagaNews || Situasi jelang Pilkades serentak di wilayah Ngawi pada 03 Desember 2017 mendatang, kini tensi politik di level bawah mulai memanas. Menyusul aksi yang dilakukan Suyanto warga Desa Baderan, Kecamatan Geneng, dengan membawa massa dua truk diarahkan ke Mapolres Ngawi, Rabu siang (08/11).

Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, Suyanto akhirnya dipertemukan bersama Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja demikian juga DPMD Ngawi, Camat Geneng dan perwakilan Pengadilan Negeri Ngawi.  Hampir satu jam bertempat di ruang rapat Mapolres Ngawi, Suyanto mengeluarkan seluruh uneg-unegnya maupun sikap kekesalan kepada panitia Pilkades Desa Baderan.

Aksi yang dilakukan Suyanto tersebut buntut dari rasa kekecewaan setelah merasa dicurangi oleh panitia Pilkades di desanya. Dimana pada masa penetapan dan undian nomor urut bakal calon kepala desa bertempat di Balai Desa Baderan pada Selasa malam, (07/11), nama Suyanto didiskualifikasi atau digugurkan oleh pihak panitia dengan alasan melanggar salah satu tata tertib (tatib) yakni tidak mencantumkan surat lamaran.

Kemarin katanya saya melanggar tatip pasal 14 dimana semua bakal calon kepala desa wajib hukumnya membuat lamaran kepada panitia bermaterei Rp 6 ribu dan itu semua sudah saya lakukan. Dan semua berkas itu sudah saya penuhi sebelum waktu penutupan bahkan jam 1 siang saya sudah melengkapi semuanya, terang Suyanto, Rabu (08/11).

Terkait kedatanganya ke Mapolres Ngawi bersama pendukungnya itu kata Suyanto hanya sebatas meminta untuk memediasi antara pihaknya dengan instansi lain yang berkompeten terhadap pelaksanaan Pilkades. Sebab secara teknis bebernya, aturan pelaksanaan Pilkades hingga sekarang ini masih multitafsir.

Padahal mulai dari persyaratan mulai legalisir ijasah, KK, Akta, SKCK dan lainya sudah saya penuhi. Dan sebelum semua itu saya serahkan sudah konsultasi kepada panitia Pilkades, urai Suyanto.
Dengan pembatalan sebagai bakal calon kepala desa sesuai komitmen Suyanto bakal membawa permasalahan itu ke ranah hukum. Sambungnya, dia yakin langkah yang dilakukan pihak panitia Pilkades Desa Baderan tersebut terindikasi menyalahi hukum maupun prosedur.

Ditempat yang sama Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja menegaskan, pihaknya tidak mempunyai kewenangan apapun terkait tahapan maupun pelaksanaan Pilkades. Dan apabila terjadi suatu kasus pada penetapan bakal calon kepala desa seperti yang dialami Suyanto bukan ranahnya pidana. Mengingat mekanismenya sudah diatur didalam Perda maupun Perbup bilamana ada perselisihan baik antar bakal calon kepala desa maupun dengan panitia Pilakdes.

Kalau ada permasalahan ataupun perselisihan pada tahapan Pilkades silahkan selesaikan kepada panitia yang diatasnya atau di tingkap kabupaten bisa ke DPMD Ngawi langsung. Jika kalau toh ada butir-butir aturan dari pihak penyelenggara Pilkades yang salah misalkan silahkan selesaikan di PTUN sana, tegas Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja.

Seperti diketahui bersama dari keterangan yang ada pihak panitia Pilkades Desa Baderan telah menetapkan dua orang sebagai bakal calon kepala desa pada Selasa malam, (07/11). Dua orang yang ditetapkan tersebut antara lain Setiaji asal Dusun Mlarik, Desa Baderan dan Waito Cempoko warga dari luar Desa Baderan yakni berasal dari Dusun Kedungrejo, Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: