Thursday, November 16, 2017

Eksekusi Lahan Tol Di Ngawi Berlangsung Ricuh, Pemilik Lahan Melawan

SiagaNews || Pelaksanaan eksekusi lahan tol diatas tanah milik Muhamad Munawar Suradi di Dusun Gunting, Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Ngawi atau tepatnya di jalur tol Solo-Kertosono di STA 90+850 berlangsung ricuh, Rabu (15/11). Proses eksekusi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB langsung ditentang pihak keluarga Muhamad Munawar Suradi dengan alasan harga yang diberikan belum sesuai dengan harapanya.

Namun puluhan petugas Polres Ngawi yang disiagakan sejak awal dilokasi langsung mengevakuasi paksa pihak keluarga tereksekusi dari dalam rumah. Aksi tarik menarik dengan petugas kepolisian terjadi dan beberapa anak Muhamad Munawar Suradi menolak keras jika rumahnya dibongkar paksa dengan alat berat dan memilih bertahan didalam rumah.

Tidak ingin eksekusi gagal petugas kepolisian pun langsung membawa paksa keluar rumah agar proses pembongkaran bisa dimulai. Akhirnya, pembongkaran bangunan yang selama ini ditinggali keluarga Muhamad Munawar Suradi dilakukan menggunakan satu unit alat berat.

Seperti diketahui eksekusi lahan dan bangunan tersebut mendasar keputusan Pengadilan Negeri (PN) Ngawi Nomor 34/Pdt.P.Kons/2017/PN.Ngw dan Nomor 35/Pdt.P.Kons/2017/PN.Ngw tertanggal 02 November 2017 sebagaimana yang dibacakan Djasman selaku Ketua Panitera PN Ngawi. Menurut Djasmin, proses eksekusi itu sendiri bentuk konsinyasi yang dititipkan di PN Ngawi dari lahan seluas 3.574 meter persegi milik lahan Muhamad Munawar Suradi.

“Sebetulnya yang dibutuhkan ini kan bukan bangunanya melainkan tanah. Karena hak atas lahan ini sudah dicabut maka kami eksekusi setelah uang penggantinya ada di kas kepaniteraan PN Ngawi,” terang Djasman, Rabu (15/11).

Jelasnya, diatas lahan yang telah di eksekusi tersebut memang terdapat bangunan rumah dan masjid. Dimana status tanah yang diatasnya terdapat bangunan masjid selama ini belum di wakafkan dengan demikian tetap milik Muhamad Munawar Suradi. Dan total uang pengganti yang diserahkan totalnya mencapai Rp 2 miliar lebih. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: