Monday, November 6, 2017

Embat Motor Anyar, Pencuri Tinggalkan Sepeda Ontel

SiagaNews || Boleh jadi ini maling yang masih punya perasaan terhadap korbanya. Namun apapun alasanya itu maling tetaplah sebagai penjahat yang merugikan pihak lain dan harus ditindak sesuai hukum. Kejadian maling sepeda motor yang terbilang nyeleneh ini dialami oleh korban Sunarto (48) warga Dusun Kricak, Desa Karanggeneng, Kecamatan Pitu, Ngawi. Mendadak sepeda motornya yang masih baru alias anyar jenis Honda Beat warna hitam langsung dibarter oleh maling dengan sepeda ontel jenis mini merek Phoenix warna ungu. 
Sontak saja membuat Sunarto kaget bukan kepalang atas kejadian yang dialami sekitar pukul 13.50 WIB pada Sabtu siang itu, (04/11). Menurut keterangan di Mapolsek Pitu usai melaporkan kejadian yang dialaminya itu berawal dirinya hendak mengambil kayu di sungai berjarak sekitar 50 meter dengan sepeda motornya yang ia parkir. Saat itu korban sengaja memarkirkan sepeda motornya disekitar kebun jati dan dikunci kontaknya dicabut kemudian ditaruh dibawah daun jati tidak jauh dari sepeda motor Beatnya itu.

“Saya tadi berada di sungai itu sekitar satu jam dan hendak mengambil kopi ke rumah. Setelah sampai dilokasi sepeda motor ternyata sudah tidak ada tahu-tahu ada sepeda ontel. Tapi saya sendiri tidak tahu apakah sepeda ontel itu milik pelaku atau lainya,” ujar Sunarto.

Kapolsek Pitu Iptu Subandi membenarkan terjadinya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya itu. Namun mengenai kepastian sepeda ontel ini milik maling ataupun warga lainya memang belum diketahui pasti. Hanya saja hasil dari olah TKP memang mengarah jika sepeda ontel itu milik pelaku yang ditinggalkan dan membawa kabur sepeda motor milik korban.

“Kami langsung melakukan olah TKP usai mendapat laporan korban. Kalau sepeda ontel yang tertinggal dilokasi kejadian memang mengarah pada milik pelaku yang sengaja ditinggalkan. Dari kasus curanmor ini berhasil kami amankan nota pembelian sepeda motor dan sepeda ontel,” ungkap Iptu Subandi. (sn/pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: