Saturday, November 11, 2017

Gerak Jalan Tradisional Ngawi Pindah Jalur, Kini Lebih Berselera


Siaganews || NGAWI. Momen tahunan gerak jalan tradisional yang erat kaitanya dengan Hari Pahlawan di Ngawi untuk tahun ini pindak jalur. Bukan lagi mengambil rute Monumen Suryo-Ngawi melainkan Karangjati-Ngawi. Perubahan lintasan ini bukan tanpa sebab, tetapi lebih menimbang pada keselamatan peserta gerak jalan, Sabtu (11/11).


Start gerak jalan tradisional kali ini mengambil lokasi dari lapangan bola Desa Sawo, Kecamatan Karangjati dilepas langsung Bupati Ngawi Budi Sulistyono sekitar pukul 08.00 WIB. Usai melepas peserta gerak jalan orang nomor satu di Kabupaten Ngawi tersebut mengatakan, gerak jalan Karangjati-Ngawi memang baru pertama kalinya digelar menggantikan rute sebelumnya.
Iya, mengapa gerak jalan tradisional ini pindah jalur tidak seperti tahun sebelumnya Monumen Suryo-Ngawi karena menimbang dari keselematan peserta. Dimana jalur sebelumnya itu kondisi arus lalu-lintas begitu padat dibanding rute Karangjati-Ngawi demikian juga jalur alternative lebih banyak rute yang sekarang, terang Kanang demikian panggilan akrab Bupati Ngawi, Sabtu (11/11).


Tambahnya, meski ada perubahan soal panjang jalur yang dilalui peserta gerak jalan masih sama yakni 22,5 kilometer. Namun untuk tahun ini memang sengaja digelar lebih spetakuler baik dari sisi jumlah peserta maupun hadiah yang dipersiapkan. Tentu, untuk menciptakan sajian yang berselera lebih pada gerak jalan itu sendiri membutuhkan persiapan yang dikolaborasikan dengan tahun kunjungan wisata Visit Ngawi Years 2017.


Ditempat yang sama Yulianto Kusprasetyo Plt Kepala Dinas Disparpora Ngawi menjelaskan, gerak jalan tradisional tahun ini dilaksanakan lebih open atau terbuka. Untuk jumlah peserta beregu memang ada peningkatan, kalau sebelumnya rata-rata dibawah 100 tim namun sekarang ini tercatat ada 163 tim dan kelas perseorangan tercatat 73 peserta orang.


Gerak jalan tradisional kali ini boleh dikatakan lebih terbuka mengingat pesertanya tidak dibatasi hanya dari dalam Ngawi saja melainkan dari luar Ngawi boleh menjadi peserta. Demikian juga jumlah tim lebih banyak dibanding tahun sebelumnya bahkan kali ini sengaja ditampilkan kelas perseorangan, beber Yulianto.


Ulasnya, untuk kelas perseorangan ada limit usia minimal 35 tahun dan maksimal 68 tahun. Demikian juga hadiah yang disajikan cukup menarik berupa grandprize satu unit mobil dan doorprize senilai Rp 70 juta. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: