Friday, November 10, 2017

Inilah Eksistensi Brimob Polri Diantara Pasukan Elit Kepolisian ASEAN


SIAGANEWS || Sejarah telah mencatat satu-satunya pasukan bersenjata yang tidak dilucuti adalah Resimen Pelopor atau Brimob, yang akhirnya bersama-sama TNI dan Rakyat mampu mengadakan perlawanan terhadap tentara sekutu yang dikenal dengan hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.

Sejarah juga mencatat berdirinya Brimob sebagai pasukan elit Polri selalu setia menjaga keutuhan NKRI, sebagaimana Muradi penulis buku Quo Vadis Brimob – Polri? Menjelaskan pada detik.com (3/10/2017) Brimob menjadi institusi yang merespons setiap ancaman keamanan dalam negeri untuk tetap terjaganya NKRI.

Dalam perkembangannya Muradi menjelaskan semula hanya ranger telah mengalami perubahan menjadi unit-unit seperti Jihandak, Pelopor, dan Gegana dan juga menjadi sub unit yang memiliki kualifikasi paramiliter yang mumpuni dan handal.

Sehingga Brimob sekarang ini dibekali senjata ala militer karena dihadapkan dengan operasi-operasi berisiko tinggi yang berbeda dengan kemampuan polisi biasa, seperti operasi Tinombala yang melibatkan pasukan elit TNI,dan pada operasi itu pasukan Brimob dilengkapi persenjataan senapan serbu dan dibekali juga kemampuan perang hutan.

Kemudian pada operasi Darfur, Pasukan UN Formed Police Unit dilengkapi dengan Panser dan Persenjataan militer dalam mengamankan instalasi PBB dan hampir 90% anggotanya adalah Brimob.

Tulisan ini mengisyaratkan bahwa Brimob adalah pasukan elit kepolisian yang harus dipersenjatai ala militer dan dibekali kemampuan khusus, sama halnya dengan polisi-polisi elit di negara lainnya seperti di Filifina dan Malaysia.

Filifina memiliki kesatuan polisi elit yang di bentuk pada 16 mei 1983 yaitu THE SPECIAL ACTION FORCE (SAF). Tim SAF memiliki banyak sekali tugas penting, yaitu: Melakukan operasi counter Teroris di daerah perkotaan dan pedesaan, Melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di manapun di Negara Filipina selama adanya bencana .

SAF juga beroperasi sebagai kekuatan penyebaran cepat yang siap dan mampu menyerang kapan saja bila Negara Filipina terserang, dan mempertahankan tingkat hukum dan ketertiban sosial. Perlu diketahui bahwa Pasukan elit SAF di bekali oleh senjata -senjata elit seperti Glock17, Kriss Vector, FN P90, dan masih banyak lagi.

Begitu juga Pasukan Elit VAT 69 Commando asal Malaysia yang di lengkapi dengan persenjataan Glock, Sig Sauer, Hecker & Koch MK23 dan banyak lagi.

Maka menjadi pemikiran kita semua, untuk menjaga keamanan di NKRI sudah sepantasnya Brimob di persenjatai sesuai dengan dinamika perkembangan jaman dan ancaman yang ada di Indonesia serta eksistensi BRIMOB POLRI Dalam Kompetisi Pasukan elit kepolisian di ASEAN, jangan kalah dengan kompetitornya seperti SAF atau VAT atau apa saja, ingat Indonesia luas dan ancaman bisa saja datang dari segala penjuru. Hidup NKRI.


SHARE THIS

Author:

0 komentar: