Friday, November 24, 2017

Jelang HGN Tingkatkan Peran Dan Kompetensi Pendidik

SiagaNews || Moch Sodiq Triwidiyanto Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi berharap penuh dari momentum Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh 25 November 2017 besok. Untuk semaksimal mungkin dari momentum tersebut mampu mencetak guru yang mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentuk karakter anak didiknya sebagai generasi penerus berjiwa nasionalis.

Kita semuanya berupaya terus berjuang untuk memuliakan dan menempatkan guru sesuai dengan kedudukannya.  Guru adalah profesi yang mulia mampu mencetak generasi yang siap menjawab perjuangan bangsa ini. Kita bisa seperti ini karena jasa beliau maka guru adalah cerminan dan potret dari kita semua, kata Moch Sodiq via selular, Kamis (24/11).

Dibalik itu kata Sodiq demikian sapaan akrabnya, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan para guru dilingkup sekolah negeri di wilayah Ngawi. Satu sisi Dinas Pendidikan (Dindik) harus keluar melakukan pola perubahan melakukan satu strategi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada sekolah negeri terutama tingkat SD.

Selama ini ada kemerosotan mutu pendidikan di tingkat dasar daya saingnya sangat kurang. Itu harus di evaluasi total dari porsi sebenarnya antara jumlah guru, siswa dan kebutuhan ruang kelas. Tapi pada poinya kompetensi guru harus ditingkatkan muaranya pada kwalitas pendidikan akan terukur sesuai yang ditargetkan, jelasnya.

Keterangan Sodiq ini menyusul pada berkurangnya peserta didik atau murid dilembaga pendidikan negeri baik SD dan SMP lingkup Dindik Ngawi selama lima tahun terakhir. Seperti yang dikatakan Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang dihadapan ratusan kepala sekolah (kasek) beberapa waktu lalu.

Menurut Kanang ketika itu, dari tahun ke tahun keberadaan jumlah murid di dua lembaga pendidikan ini menunjukan angka kemerosotan yang luar biasa bahkan secara drastis. Tidak jarang berakhir pada proses regrouping untuk mengakusisi dua lembaga sekolah menjadi satu dengan alasan salah satunya kekurangan murid.

Padahal mekanisme menyatukan dua sekolah menjadi satu atap bukan solusi terbaik, dan kecenderungan ini terjadi akibat Dindik Ngawi lambat mencarikan jalan keluar. Akibatnya secara kompetitif disalip dengan lembaga pendidikan diluar kewenangan Dindik itu sendiri.

Sangat disayangkan dan ini menjadi bahan evaluasi Dindik mengapa beberapa tahun terakhir tidak ada inovasi yang disampaikan kepada kami untuk memaksimalkan keberadaan SD dan SMP. Seharusnya mereka berupaya maksimal mencari solusi agar tidak kalah start dengan lembaga pendidikan lainya, tegas Kanang.

Ulasnya, di satu sisi dalam pemikiran orang tua selaku wali murid pasti mencari lembaga pendidikan yang pas dan dinamis buat si anaknya. Terutama menyangkut pembentukan karakter serta mental yang lebih siap. Maka solusi para orang tua jelas memilih lembaga pendidikan yang notabene mempunyai metode pendidikan agama lebih maju. Hal inilah yang seharusnya Dindik lebih peka lagi dengan menambah materi agama maupun tenaga pendidik dan dimasukan kedalam kurikulum.

Terkait kritikan pedas Kanang, Kepala Dindik Ngawi Abimanyu langsung angkat bicara. Menurutnya, kepercayaan masyarakat yang berkurang terhadap sekolah negeri tidak lepas dari persoalan jumlah guru yang ada. Bahkan ia menyebut selama lima tahun terakhir kekurangan 750 an guru dengan estimasi 150 guru per tahun. Dari jumlah itu memang didominasi guru agama.

Abimanyu mengakui, kondisi berkurangnya tenaga pendidik dalam tanda kutip guru agama maupun guru olahraga memang akibat dari tidak adanya perekrutan melalui CPNS selama lima tahun terakhir. Selain itu untuk guru agama sekarang ini hanya mempunyai sekitar 252 guru dari total 553 SD. Dan semuanya merangkap sebagai guru olahraga dan mengajar pada dua lembaga pendidikan.

Pungkasnya, pada proses pelantikan kasek lingkup SD dan SMP yang telah dilakukan kali ini tercatat ada 165 orang. Terdiri 75 orang kasek mutasi, 88 kasek hasil promosi dan sisanya 2 orang diangkat sebagai pengawas SMP. Sesuai warning Bupati Ngawi dalam satu bulan kedepan ia menginstruksikan kepada semua kasek baik SD maupun SMP harus melakukan evaluasi untuk melihat kekurangan yang terjadi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: