Tuesday, November 14, 2017

Lantik Ratusan Kasek, Bupati Ngawi Tekan Dindik Lakukan Evaluasi Total

SiagaNews || Dinilai prestasi akademis jeblok bermuara pada berkurangnya peserta didik atau murid dilembaga pendidikan SD dan SMP lingkup Dinas Pendidikan (Dindik) selama lima tahun terakhir membuat Bupati Ngawi Budi Sulistyono uring-uringan.  Ia pun meminta secepatnya dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mengembalikan percayaan masyarakat kepada dua lembaga pendidikan tersebut. 

Sikap tegas Kanang sapaan akrab Bupati Ngawi disampaikan langsung dihadapan ratusan kepala sekolah (kasek) yang baru dilantik di Pendopo Wedta Graha Kabupaten Ngawi, Selasa (14/11). Menurutnya, dari tahun ke tahun keberadaan jumlah murid di dua lembaga pendidikan ini menunjukan angka kemerosotan yang luar biasa bahkan secara drastis.

Tidak jarang berakhir pada proses regrouping untuk mengakusisi dua lembaga sekolah menjadi satu dengan alasan salah satunya kekurangan murid. Padahal mekanisme menyatukan dua sekolah menjadi satu atap bukan solusi terbaik, dan kecenderungan ini terjadi akibat Dindik Ngawi lambat mencarikan jalan keluar. Akibatnya secara kompetitif disalip dengan lembaga pendidikan diluar kewenangan Dindik itu sendiri. 

Sangat disayangkan dan ini menjadi bahan evaluasi Dindik mengapa beberapa tahun terakhir tidak ada inovasi yang disampaikan kepada kami untuk memaksimalkan keberadaan SD dan SMP. Seharusnya mereka berupaya maksimal mencari solusi agar tidak kalah start dengan lembaga pendidikan lainya, tegas Kanang, Selasa (14/11).

Ulasnya, di satu sisi dalam pemikiran orang tua selaku wali murid pasti mencari lembaga pendidikan yang pas dan dinamis buat si anaknya. Terutama menyangkut pembentukan karakter serta mental yang lebih siap. Maka solusi para orang tua jelas memilih lembaga pendidikan yang notabene mempunyai metode pendidikan agama lebih maju. Hal inilah yang seharusnya Dindik lebih peka lagi dengan menambah materi agama maupun tenaga pendidik dan dimasukan kedalam kurikulum.

Sebenarnya ini bukan masalah persaingan antar lembaga pendidikan tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat dan itu harus dikembalikan kepada sekolah negeri. Dan kita harus berani melakukan evaluasi total apakah itu faktor dari gedungnya, guru maupun kwalitas si guru itu sendiri. Dan kita akui selama ini kekurangan sekolah negeri tidak lain adalah guru agama harus di carikan strategi, beber Kanang. 

Menimbang pada permasalahan kekurangan guru agama pada sekolah negeri sambung Kanang, jalan satu-satunya memang harus merekrut pegawai dari non PNS. Dan itu betul-betul harus dilakukan secara maksimal ditengah kondisi sekarang ini. Mengingat pendidikan agama menurut para orang tua sebagai satu kunci penting pada pembentukan karakter anaknya. 

Dengan demikian pihak sekolah negeri bisa memacu dan memaksimalkan kembali pendidikan agama. Misalkan menambah jam pelajaran tentang materi pendidikan baca tulis Al Quran atau pendidikan Tarsana selaras dengan tuntutan si orang tua. Maka dari sesuai tuntutan Kanang, peran setiap individu kasek yang baru dilantik dalam satu bulan kedepan harus mampu mengorientasikan dan mengevaluasi semua kekurangan dilingkup sekolahnya masing-masing.

Kalau sudah mampu mengorientasikan kekurangan maka harus mencari solusinya. Jika ternyata kasek tidak mampu untuk itu maka bukan kelasnya sebagai kasek dan hanya sebatas sebagai guru kelas tentunya harus diganti lagi, ucap Kanang.

Terkait kritikan pedas Kanang, Kepala Dindik Ngawi Abimanyu langsung angkat bicara. Menurutnya, kepercayaan masyarakat yang berkurang terhadap sekolah negeri tidak lepas dari persoalan jumlah guru yang ada. Bahkan ia menyebut selama lima tahun terakhir kekurangan 750 an guru dengan estimasi 150 guru per tahun. Dari jumlah itu memang didominasi guru agama. 

Dan solusi kami sekarang ini satu guru agama yang berstatus PNS mengajar pada dua lembaga pendidikan khususnya SD kalau SMP memang tidak ada masalah. Dan guru olahraga sementara ini memang dirangkap oleh guru kelas dan itu terjadi selama dua tahun terakhir. Apabila ini dilakukan terus memang tidak efektif karena masing-masing guru kompetensinya beda, kata Abimanyu. 

Abimanyu mengakui, kondisi berkurangnya tenaga pendidik dalam tanda kutip guru agama maupun guru olahraga memang akibat dari tidak adanya perekrutan melalui CPNS selama lima tahun terakhir. Selain itu untuk guru agama sekarang ini hanya mempunyai sekitar 252 guru dari total 553 SD. Dan semuanya merangkap sebagai guru olahraga dan mengajar pada dua lembaga pendidikan.

Pungkasnya, pada proses pelantikan kasek lingkup SD dan SMP yang telah dilakukan kali ini tercatat ada 165 orang. Terdiri 75 orang kasek mutasi, 88 kasek hasil promosi dan sisanya 2 orang diangkat sebagai pengawas SMP. Sesuai warning Bupati Ngawi dalam satu bulan kedepan ia menginstruksikan kepada semua kasek baik SD maupun SMP harus melakukan evaluasi untuk melihat kekurangan yang terjadi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: