Saturday, November 18, 2017

Mayat Bayi Mengapung Di Aliran Bengawan Solo


Siaganews || NGAWI. Warga Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Ngawi digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang hanyut di aliran Bengawan Solo sekitar pukul 14.15 WIB pada Sabtu, (18/11). Penemuan mayat bayi yang sudah membusuk tersebut bermula dari kesaksian Nyoto (47) warga Desa Dumplengan saat memancing dipinggiran Bengawan Solo.

“Pas sore tadi  saya mancing kebetulan kondisi Bengawan Solo banjir tiba-tiba melihat ada tubuh bayi mengambang. Terus saya teriak memberitahukan kepada petugas yang naik perahu karet untuk mengangkat tubuh bayi tadi, terang Nyoto warga Desa Dumplengan, Sabtu (18/11).

Terpisah, Kapolsek Pitu Iptu Subandi mengatakan, pada saat saksi pertama (Nyoto-red) melihat mayat bayi mengapung langsung menginformasikan kepada petugas Basarnas. Kebetulan saat sedang menyisir aliran Bengawan Solo untuk mencari remaja asal Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren yang hilang dua hari sebelumnya.

Usai di evakuasi tim Basarnas kemudian petugas kami datang ke TKP untuk melakukan pemeriksaan sementara. Setelah didata ciri-ciri mayat saat itu juga langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, kata Iptu Subandi.

Dari hasil observasi dan pemeriksaan secara detail oleh tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi bisa diketahui mayat bayi diprediksi meninggal atau hanyut di Bengawan Solo sudah tiga hari lamanya.

Sedangkan umur bayi berjenis kelamin perempuan itu kemungkinan baru berumur dua hari. Dari terakhir dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian.
Pungkasnya, dari hasil penyelidikan hingga sejauh ini bisa diduga kuat jika mayat bayi berasal dari hulu Bengawan Solo bukan dari wilayah Ngawi.

Meski demikian, pihaknya mempersilahkan apabila ada keluarga yang merasa kehilangan bayinya segera mendatangi RSUD dr Soeroto Ngawi atau aparat kepolisian terdekat.

Monggo yang merasa punya bayi hilang baik itu dari Ngawi sendiri maupun luar daerah terutama Sragen ataupun Solo silahkan cek ke RSUD dr Soeroto Ngawi atau hubungi petugas. Jika dalam sepekan atau tujuh hari tidak ada yang mengambil mayat bayi itu akan dimakamkan, tegas Iptu Subandi. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: