Wednesday, November 1, 2017

Polres Ngawi Ungkap Kejahatan Penggelapan Gabah Satu Truk Milik Warga Banyuwangi


Siaganews || NGAWI. Berawal dari laporan Eko Wahyudi (35) warga Desa Sumberwaras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi sebagai korban penipuan dan penggelapan gabah satu truk ke Polres Ngawi pada 19 Oktober 2017 lalu. Diterangkan saat itu, korban membeli gabah dari petani di Dusun/Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi sekitar pukul 21.00 WIB pada 17 Oktober 2017 dan diangkut menggunakan truk Mitsubishi warna kuning stabillo nopol P 9611 VH dengan tujuan akhir Banyuwangi.

Namun setelah ditunggu rupanya truk yang membawa angkutan gabah milik korban tersebut raib entah kemana membuat korban kelabakan. Dari hasil penyelidikan petugas Satreskrim Polres Ngawi akhirnya berhasil menangkap dua orang pria terduga pelaku penggelapan gabah milik Eko Wahyudi pada Kamis, 26 Oktober 2017.  Masing-masing berinisial DH (31) selaku sopir truk warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Nganjuk dan YCW (50) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.

“Masalah yang timbul akibat gabah milik korban ini tidak sampai tujuanya melainkan dijual kembali oleh dua orang terduga pelaku di wilayah Nganjuk,” terang Kasubbag humas Polres Ngawi AKP ES Martono, Rabu (01/11).

Tambahnya, hasil interogasi dari para terduga pelaku akhirnya pada 29 Oktober 2017 petugas berhasil gabungan Satreskrim Polres Ngawi bersama Polres Banyuwangi mengamankan kendaraan truk Mitsubishi nopol P 9611 VH digudang milik Edi Prayitno di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Kemudian dari aksi kejahatan DH maupun YCW petugas mengamankan beberapa barang bukti antara lain nota pengiriman gabah seberat 9 ton lebih dan satu kendaraan truk Mitsubishi warna kuning stabillo nopol P 9611 VH. Sementara itu barang bukti dari tangan DH antara lain uang tunai Rp 1,7 juta sebagai DP ongkos muatan gabah, uang tunai Rp 3,5 juta hasil kejahatan dan satu unit handphone merek Brandcode.

Sedangkan dari tangan YCM berhasil diamankan barang bukti seperti uang tunai Rp 1,1 juta dan dua handphone masing-masing merek Lenovo dan Strawberry. Pungkas AKP ES Martono, usai melakukan kejahatan para pelaku ini merubah tampilan truk agar tersamarkan dari kejaran polisi. Akan tetapi aksi kedua terduga pelaku tetaplah bagian dari tindak kejahatan maka jelas bisa terungkap. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: