Friday, November 17, 2017

PRT Perumahan Elit Disetubui Tiga Pemuda

SiagaNews || Surabaya -Tiga pemuda asal Probolinggo terdiri dari Abdul Rohman (18), M Andi (21) dan Abdul Mutolib (29) dijebloskan ke tahanan Polsek Wiyung Surabaya.

Mereka  telah menyetubui seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) di perumahan elit tepatnya Perum Dian Istana Wiyung Surabaya.

Apalagi, selain menjadi korban budak nafsu tiga pemuda tersebut. Gadis berusia 17 tahun asal Ngawi, sebut saja dengan inisial SL telah berbadan dua atau hamil 6 bulan.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata awal mula sebelum ketiga pelaku yang sedang bekerja renovasi rumah yang berada di belakang rumah majikan korban. Salah satu pelaku berkenalan dan bertukar nomor handphone (HP).

"Pelaku berkenalan dan tukar nomer HP disaat korban menjemur pakaian di lantai dua," kata Kapolsek Wiyung Surabaya, Kompol M Rasyad AM, Kamis (16/11/2017). 

Setelah dapat nomer HP berlanjut berkomunikasi lewat SMS, Abdul Rohman mengajak ketemuan korban pada April 2017. Keduanya akhirnya bertemu di lantai 2 rumah majikan korban dengan cara memanjat tembok bagian belakang. 

Saat bertemu di lantai dua tempat biasa menjemur pakaian, pelaku merayu korban untuk berhubungan badan layaknya pasangan suami istri. Korban pun luluh dan mau melayani keinginan pelaku.

Usai diminta melayani Abdul, selang beberapa hari kemudian, pelaku M Andi meminta jatah pada korban. Dia mengajak ketemu korban dan dengan cara yang sama lalu berlanjut hubungan intim.

Tubuh korban yang usai dinikmati oleh Abdul Rohman dan Andi, membuat pelaku Abdul Mutolib ikut-ikutan juga. Dia melampiskan nafsu seksnya dengan korban.

"Ketiga pelaku menyetubuhi ada dirumah majikan korban," lanjut Rasyad.

Seakan puas bisa mengguli korban secara sendiri-sendiri, ketiga pemuda itu 'bersepakat' bertemu dan mengajak berhubungan seks dengan korban secara barengan. Ketiga pemuda itu bergantian menyetubuhi korban pada suatu malam di bulan Juni 2017. 

"Akibat persetubuhan dilakukan secara berulang-ulang, kondisi korban sekarang hamil enam bulan," tutur Rasyad.

Karena hamil, keluarga korban tidak terima dan melaporkan ke Polsek Wiyung. Atas laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Wiyung pun memburu dan melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku. 

"Kami sempat kesulitan menemukan pelaku, karena kerjanya sudah pindah. Tapi akhirnya bisa bisa ditemukan di proyek renovasi rumah di Kenjeran," terang Rasyad.

Andi mengaku, dirinya dan teman-temannya kerap dipancing korban. Setiap jemur pakaian di lantai dua, korban sering menggangu dan menggodanya.

"Dia (SL) setiap bertemu memancing-mancing, sehingga saya dan teman tergoda. Saya berhubungan badan sampai lima kali, kemudan yang lainnya ada yang empat dan tiga kali," tutur Andi sambil menundukan kepalanya.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 76 d Jo 81 UUR1 No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UUR1 No. 23 Tahun 2012 tentang perlindungan anak.[sumber]

SHARE THIS

Author:

0 komentar: