Monday, November 6, 2017

Rebutan Cewek, Dua Pemuda Desa Main Keprok Berakhir Di Bui

SiagaNews || Kapolsek Kedunggalar AKP Lilik Sulastri bersikap tegas terhadap kasus penganiayaan melibatkan dua pemuda desa di wilayah hukumnya. Kedua terduga pelaku tindak penganiayaan tersebut masing-masing berinisial AR (18) warga Dusun Bedegan, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi dan BTR (19) asal Dusun/Desa Wonorejo, Kecamatan kedunggalar, Ngawi Senin siang ini, (06/11), langsung dijebloskan ke Lapas IIB Ngawi untuk proses hukum lebih lanjut.

“Iya siang ini langsung kami titipkan ke Lapas Ngawi untuk proses hukum di pengadilan nanti. Motif maupun alasan penganiayaan tidak lain akibat rebutan cewek,” terang Kapolsek Kedunggalar AKP Lilik Sulastri via phone, Senin (06/11).

Jelasnya, AR dan BTR menjadi tersangka menyusul laporan Jono (59) warga Dusun Tambakselo Timur, Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi pada Jum’at lalu 03 Oktober 2017. Dimana sesuai keterangan Jono dihadapan petugas, bahwa anaknya Riyanto Saputro (17) menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh AR maupun BTR.

Aksi beringas kedua terduga pelaku dilakukan terhadap korban di pinggir jalan raya masuk Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar sekitar pukul 20.30 WIB. AKP Lilik Sulastri menyebutkan, sebelum kejadian korban bersama teman ceweknya Listia Sari di kawasan Monumen Suryo. Mendadak si Listia ini mendapatkan panggilan telepon dari BTR untuk segera datang dilokasi kejadian.

Kontan saja korban mengantarkan Listia ke lokasi kejadian namun nahas ditempat itu terjadi cekcok mulut dengan BTR. Tanpa diduga sebelumnya, mendadak BTR membenturkan kepalanya tepat mengenai pelipis kanan korban disusul pukulan tangan kosong sebanyak dua kali. Ternyata ulah BTR ini diikuti oleh AR tanpa diketahui masalahnya nimbrung melakukan pemukulan terhadap korban.


“Ketika ada pemukulan itu si AR bukanya melerai malah ikut-ikutan memukul korban hingga pelipis kananya sobek. Maka dari itu kasus tindak penganiayaan ini tetap kami proses hukum agar membuat efek jera bagi pelaku maupun pelajaran bagi lainya agar mudah tidak main hakim sendiri,” tutup Kapolsek Kedunggalar AKP Lilik Sulastri. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: