Sunday, November 5, 2017

Sugeng Rahayu, Asal Nyelonong Disikat Truk Tronton

SiagaNews || Gelar Operasi Semeru 2017 sekarang ini masih digencarkan oleh aparat kepolisian untuk menekan terjadinya tindak kecelakaan maupun pelanggaran alat kelengkapan berkendara tidak dibarengi kesadaran oleh para pengguna jalan. Patut disayangkan, usaha Korps Bhayangkara ini seringkali dianggap enteng para pengguna jalan itu sendiri. Terbukti dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 29-30 tepatnya masuk Desa Kedungmiri, Kecamatan Mantingan, Ngawi yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (05/11).

Kecelakaan di jalur rawan tersebut melibatkan dua kendaraan besar bus Sugeng Rahayu nopol W 7115 UZ kontra truk box Mercedes Benz Gudang Garam nopol AG 9294 AE. Menurut keterangan yang ada, bus yang dikemudikan Sa’ad Mubasir (45) warga Desa Sebet, Kecamatan Plemahan, Kediri melaju dari arah barat ke timur. Sedangkan dari arah berlawanan melintas truk box yang disopiri Moh Ali (55) asal Desa Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri.

Diduga, bus Sugeng Rahayu ketika masuk perlintasan jalan menikung terlalu mengambil haluan ke kanan padahal dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Kontan saja sang sopir bus berusaha banting setir ke kiri karena cuaca gerimis membuat badan jalan licin mengakibatkan badan bus tergelincir ke sisi kanan jalan. Karena jarak terlalu dekat membuat truk box Mercedes Benz Gudang Garam langsung menabrak badan bus bagian belakang samping kanan. Akibat dari kejadian ini badan bus Sugeng Rahayu bagian belakang rusak sedangkan truk box terperosok ke kiri jalan. Untungnya dari peristiwa kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Kejadian laka siang tadi itu akibat bus Sugeng Rahayu terlalu ambil haluan kekanan padahal situasinya tidak memungkinkan. Selain lokasi jalanya menikung juga licin akibat hujan gerimis. Dari kejadian ini menjadikan pelajaran para sopir jangan memaksakan kendaraanya apabila masuk ke jalan yang menikung seperti itu,” ujar Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Minggu (05/11).

Ia menyebut kerugian material dari peristiwa tabrakan dua kendaraan jumbo tersebut ditaksir mencapai Rp 40 juta.

Untuk sementara pasca kejadian puluhan petugas Satlantas Polres Ngawi tiba dilokasi guna mengurai kemacetan dengan memberlakukan sistim buka tutup. Pungkas AKP Rukimin, untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan kedua sopir langsung diperiksa secara intensif baik Sa’ad Mubasir maupun Moh Ali. Kemudian sampai berita ini diturunkan kedua kendaraan masih menunggu proses evakuasi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: