Wednesday, November 1, 2017

Tutup Brasbara, Tiga Bhabinkamtibmas Dapat Reward Dari Kapolres Ngawi


Siaganews || NGAWI. Polres Ngawi secara resmi menutup program Pemberantasan Buta Aksara (Brasbara) yang telah berjalan selama 4 bulan di Aula RM Notosuman Jalan Raya Ngawi Solo, Rabu (01/11). 

Penutupan program Brasbara sekaligus menandai tahap pertama Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Dasar 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA) tahun 2017 berakhir.

Program dibawah leanding sektor Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi akhir tahun ini telah berhasil menuntaskan 700 warga buta huruf atau peserta wajib belajar yang tergabung melalui lembaga pendidika non formal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar hampir diseluruh desa di wilayah Ngawi. Dan kegiatan ini melibatkan langsung sekitar 70 orang tutur yang tidak lain anggota Bhabinkamtibmas yang ditempatkan di masing-masing desa.

“Sebetulnya kegiatan pemberantasan buta aksara itu sendiri bagian program dari dinas pendidikan. Kami dari kepolisian sifatnya hanya mendukung dengan menyediakan tutor dari para Bhabinkamtibmas. Ternyata hasilnya pada tahap pertama kali ini luar biasa dan dinas pendidikan sendiri akan menambah pagu anggaran untuk melanjutkan ke tahap kedua tahun depan,” terang Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja, Rabu (01/11).

Ia pun membenarkan telah memberikan reward kepada tiga anggota Bhabinkamtibmas yang telah menjadi tenaga pengajar pada kegiatan pemberantasan buta aksara tersebut. Mereka antara lain Aiptu Ayub Yulianto dari Polsek Kedunggalar, Brigadir Sugianto dari Polsek Mantingan dan terkahir Bripka Sunarto dari Polsek Padas.  Dengan reward yang diberikan itu ulas Kapolres Ngawi bisa menjadi motivasi para Bhabinkamtibmas lainya untuk menjadi tenaga pengajar para penyandang buta aksara.

Ditempat yang sama Abimanyu Kepala Dindik Kabupaten Ngawi secara teknis guna memperoleh hak pendidikan dasar bagi yang masih buta aksara pihaknya bersama Polres Ngawi melaksanakan pendidikan itu melalui PKBM. Dan pelaksanaanya, setiap satu kelompok di desa bakal melibatkan Bhabinkamtibmas selaku tutor dengan 10 orang warga selaku anggota maupun peserta buta aksara.

“Nantinya setiap lulusan keaksaraan dasar ini bisa melanjukan ke jenjang berikutnya yakni program keaksaraan usaha mandiri dan bisa mengikuti ujian Paket A setara SD. Setelah selesainya tahap pertama ini insyaallah tahun depan dibuka lagi untuk tahap kedua,” kata Abimanyu.

Sisi lain Abimanyu mengakui, di Ngawi tercatat ada 29.394 orang yang masih buta huruf atau buta aksara pada usia 15-59 tahun. Tentunya angka tersebut sangat memprihatinkan jika dilihat dari data pembanding di Jawa Timur yang hanya 34.000 orang buta aksara dari 38 kabupaten dan kota. 

Menilik dari kondisi yang ada, Dindik Kabupaten Ngawi menggandeng jajaran kepolisian khususnya Polres Ngawi melalui nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mempercepat pemberantasan buta aksara. (pr)







SHARE THIS

Author:

0 komentar: