Friday, December 8, 2017

ADD Dan DD Tahun Depan Turun DPMD Tekan Efektifitas Penggunaan

SiagaNews || Dipastikan kucuran alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2018 yang diterima 213 desa di Ngawi, Jawa Timur bakal mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Achmad Roy Rozano Kabid Pemerintahan Desa DPMD Ngawi untuk besaran nilai DD 2018 yang diterima dari Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK) tertanggal 28 November 2017 memang angkanya turun.

Nilai DD tahun mendatang dari 213 desa hanya sebesar Rp 168.572.918 atau Rp 168,5 miliar mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 177.370.619 atau Rp 177,3 miliar lebih. Kata Roy perubahan nilai alokasi DD yang cenderung menurun ini diakibatkan mendasar penghitungan skala nasional dengan prioritas desa tertinggal.

Penurunan alokasi DD ini memang ada pola perubahan penghitungan dibanding tahun sebelumnya. Dimana tahun ini memang diprioritaskan pada desa tertinggal dalam skala nasional tanpa mengurangi pagu DD sebesar Rp 60 triliun itu, jelas Roy dihadapan wartawan, Rabu (06/12).

Meskipun demikian kucuran DD tersebut untuk ratusan desa di Ngawi masih berkisar pada rata-rata Rp 700 juta. Dimana untuk penerimaan DD terbesar di tahun 2018 mendatang jatuh pada Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo senilai Rp 1,3 miliar dan terendah diterima Desa/Kecamatan Kwadungan yang hanya Rp 670 miliar. 

Makanya dengan kondisi penurunan DD meskipun persentasenya kecil dan tidak terlalu signifikan saya harapkan dalam merealisasikan nanti harus maksimal sesuai prioritas sasaranya jangan sampai diluar itu. Maka akan terus dikawal penggunaanya nanti, ungkapnya.

Prioritas penggunaan DD sambung Roy, harus menyasar pada 4 titik kegiatan yakni pembangunan embung, sarana olahraga, mempromosikan produk unggulan desa dan pemberdayaan BUMDes. Namun dilihat faktanya sesuai perkembangan perekonomian masyarakat Ngawi ada kemungkinan akan ditekan pada pemanfaatan pada produk unggulan desa. 

Nasib serupa juga berlaku pada ADD nilainya anjlok hampir Rp 2 miliar lebih. Dimana tahun 2018 ini hanya Rp 111.388.333 atau Rp 111,3 miliar sedangkan tahun 2017 mencapai Rp 113.502.628 atau Rp 113,5 miliar. Pada dasarnya terkait ADD ini kewajiban Pemkab Ngawi per tahun anggaranya wajib memberikan 10 persen dari nilai DAU setelah dikurangi DAK. Tentu nilai tersebut sifatnya terus mengalami perubahan menyesuaikan budget DAU maupun DAK.

Terpisah Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan, anggaran yang masuk ke desa baik DD maupun ADD harus benar-benar didistribusikan sampai kepada desa dan dimanfaatkan semakismal mungkin untuk program pembangunan. Selain itu, kepala desa juga hendaknya meningkatkan frekuensi anggaran di sektor yang produktif. 

Selain itu ia meminta agar kegiatan yang tidak produktif dikurangi. Karena akan berpengaruh terhadap pembangunan di desa. Selain itu akan kelihatan nantinya mana desa yang tidak maju di tengah besaran kucuran dana yang mereka terima.

Artinya anggaran dikucurkian tetapi tidak ada dampak baliknya, lebih baik gunakan untuk kegiatan infrastruktur, kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat bukan justru sebaliknya hanya digunakan kades untuk jalan-jalan study banding yang minim manfaat, ini yang tidak kita inginkan,pungkasnya. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: