Wednesday, December 27, 2017

Akhir Perjalanan Janda Kaya Misterius, Polisi Tancap Gas Lakukan Lidik

SiagaNews || Hampir sepekan kematian Sulasi perempuan 53 tahun yang tercatat sebagai warga Dusun Jambe Kidul, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi, Jawa Timur hingga kini masih misterius. Dugaan sementara kematian korban yang dikenal sebagai janda kaya ini memang dari peristiwa pembunuhan mengarah ke unsur perencanaan.
Namun untuk mengungkap tabir kematian Sulasi yang jasadnya ditemukan warga di Sungai Blawong, Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Madiun pada Jum’at pekan lalu, (22/12), sekitar pukul 09.00 WIB memang mengundang perhatian publik khususnya seputaran Ngawi-Madiun sampai sekarang masih ditelusuri aparat kepolisian.
Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu saat dikonfirmasi memang tidak menampik apabila hasil visum maupun pemeriksaan luar pada jenasah korban ditemukan tanda-tanda kekerasan tepatnya dibagian leher. Ia memastikan penyebab kematian Sulasi mendasar tanda yang dimaksudkan tersebut memang di cekik oleh pelaku.
Dengan demikian bebernya, patut diduga korban memang sengaja dibunuh dengan motif tertentu. Untuk berapa jumlah pelaku yang terlibat pihaknya belum bisa memastikan. Hanya saja pihaknya melalui Satreskrim Polres Ngawi secara marathon terus melakukan penyelidikan untuk segera mengungkap kejadian sadis yang menimpa korban.
“Dari hasil pemeriksaan ditemukan tanda-tanda kekerasan dibagian leher korban. Ada dugaan penyebab kematian Ibu Sulasi ini memang di cekik tetapi semuanya masih kita dalami,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu, Selasa (27/12).

Ulasnya, dari sederet temuan maupun pemeriksaan medis pada jenasah korban saat ditemukan dengan kondisi mulut di lakban dan kedua tangan serta kakinya terikat sangat jelas jika kejadian itu melalui proses pembunuhan berencana. Maka ia pun bakal menyiapkan pasal penjeratan hukuman yang berat apabila pelaku ditemukan yakni dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Terpisah seperti yang dikatakan Marsono selaku kakak korban, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus kematian adiknya tersebut. Tidak sebatas itu, dirinya cukup meyakini motif pembunuhan yang diarahkan ke adiknya itu idak lain berlatar belakang soal utang piutang dan pelakunya sudah dikenal korban.

Dia cukup membenarkan kalau toh Sulasi selama ini dikenal sebagai perempuan pembisnis sukses bergerak dibidang jasa keuangan. Sehingga sangat wajar kalau asetnya demikian juga harta kekayaanya boleh dibilang mencapai miliaran rupiah bahkan mendekati triliunan.

“Kalau tidak salah nasabahnya Sulasi itu mencapai ratusan orang dari sekian itu paling banyak nasabahnya petani tetapi ada juga seorang PNS. Tetapi untuk meminjam uang jaminanya rata-rata itu surat BPKB,” ungkap Marsono.

Sambungnya, semasa hidup korban memang dikenal sangat tertutup jarang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat. Hal itu sama dilakukan korban ketika tinggal di kawasan Perumahan Lawu Indah Ngawi. Hanya orang yang dikenal saja bisa melakukan komunikasi dengan korban namun demikian waktunya pun sangat terbatas.

“Memang sudah saya berikan wawasan kalau ada orang maupun tamu tidak dikenal jangan dibukakan pintu. Dan jika dikenal waktunya saja juga terbatas jangan sampai diatas pukul 17.00 WIB,” pungkas Marsono. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: