Friday, December 8, 2017

Alumni PK SEBA 96/97 Kirim Bantuan Sembako Ke Pacitan

SiagaNews || Bantuan kemanusiaan korban longsor dan banjir di Pacitan, Jawa Timur terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat maupun instansi pemerintahan. Tidak terkecuali lagi dari alumni Sekolah Bintara (SEBA) angkatan 96/97 baik TNI maupun Polri di wilayah Ngawi mengirimkan bantuan berupa sembako ke Pacitan dilepas langsung Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (08/12).

Bantuan yang kita kirim bentuk kepedulian SEBA 96/97 yang kebetulan ada di Ngawi baik dari Polri maupun TNI. Tentunya untuk meringankan beban saudara kita yang ada di Pacitan, terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Hal senada juga diungkapkan AKP Moch Mukid Kasatreskoba Polres Ngawi, bahwa bantuan yang diberikan memang tidak seberapa nilainya. Meski demikian uluran tangan tersebut sebagai satu kepeduliaan kemanusiaan antar sesama khususnya korban banjir dan longsor di Pacitan. Bantuan yang diberikan tersebut tandasnya berupa puluhan dos mie instan.

Dari berita sebelumnya yang ditulis, bencana tanah longsor dan banjir di Pacitan yang terjadi selama dua hari 27-28 November 2017 lalu mengakibatkan lebih 20 orang warga meninggal. Air bah pada waktu kejadian melanda tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Tulakan, Tegalombo, Nawangan, Arjosari, dan Ngadirojo.

Seperti diketahui banjir dan tanah longsor yang melanda Pacitan dua hari lalu pada 27-28 disebabkan siklon tropis Cempaka yang menimbulkan curah hujan ekstrem dengan intensitas 383 milimeter per hari. Dekatnya posisi siklon tropis Cempaka dengan daratan Pacitan, yakni hanya 23 kilometer sebelah selatan Pacitan di Samudra Hindia.

Sehingga telah menyebabkan kelumpuhan total. Banjir dan longsor bersamaan dengan gelombang laut tinggi membuat semua sungai yang bermuara di Teluk Pacitan meluap hingga terjadi banjir besar. Penanganan darurat banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan terus dilakukan. Sampai saat ini BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 2.050 jiwa dengan kerusakan rumah mencapai 1.709 unit. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: