Friday, December 22, 2017

Awas, Wilayah Ngawi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

SiagaNews || Maraknya kasus peredaran narkoba di wilayah Ngawi sepanjang tahun 2017 membuat aparat penegak hukum daerah setempat pasang kuda-kuda. Seperti yang dikatakan Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu kalau tahun sebelumnya hanya sebagai daerah transit peredaran maupun penyalahgunaan barang haram tersebut. 

Tetapi kini sudah menjadi incaran para mafia maupun bandar narkoba sebagai wilayah bisnis mereka. Bahkan satu wilayah pasar baru untuk mengedarkan narkoba dengan bermacam jenis demikian juga obat-obatan daftar G atau pil psikotropika seperti Trihexyphenidyl dan Tramadol. 

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan melalui press release hasil Operasi Sikat II Semeru 2017 yang digelar sepanjang 9 hari mulai 11-20 Desember 2017. Menyangkut kejahatan narkoba ia tegaskan sepanjang tahun ini tercatat ada 42 kasus dengan 48 tersangka.

“Dengan jumlah kasus narkoba yang menyeret puluhan tersangka sangat mengindikasikan jika Ngawi ini bukan lagi wilayah transit melainkan sudah menjadi pasar peredaran narkoba oleh para bandar. Maka dari itu menjadi atensi kita untuk melakukan operasi lebih gencar lagi di tahun depan,” jelas AKBP MB.Pranatal Hutajulu.

Kemudian, selama Operasi Sikat II Semeru 2017 jajaran Polres Ngawi berhasil mengungkap 50 berbagai kasus. Terdiri 4 kasus pencurian dengan pemberatan (curat) 1 tersangka diantaranya sudah menjadi target operasi, 3 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 2 tersangka menjadi bidikan petugas dan 1 kasus penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak. Untuk peredaran minuman keras terutama arak jowo terjadi 33 kasus dan 4 kasus narkoba dan 1 tersangka menjadi target operasi. 

Dari kasus kejahatan tersebut melibatkan 68 orang tersangka diantaranya, 2 pelaku curat, 7 pelaku curanmor, 1 pelaku penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak, 39 pelaku dari kasus peredaran miras, 4 pelaku peredaran narkoba dan 16 pelaku yang terkait langsung aksi premanisme. Dari sederet kasus itu pihak aparat kepolisian terpaksa melumpuhkan dua orang tersangka kasus curanmor dengan timah panas ketika berusaha lari saat dilakukan penyergapan.

“Semua kejahatan yang berhasil diungkap itu menjadi motivasi kita sebagai petugas kepolisian untuk menekan kejahatan itu sendiri seminimal mungkin kedepanya. Tentu kita berharap bagi warga masyarakat apabila melihat aksi kejahatan disekitar lingkunganya masing-masing segera informasikan kepada petugas,” pungkas Kapolres Ngawi. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: