Wednesday, December 27, 2017

Awasi Pemilu, Panwaslu Ngawi Ajak Kalangan Cendekiawan Muda

SiagaNews || Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengajak seluruh elemen masyarakat di daerahnya agar terlibat dalam kegiatan pesta demokrasi pemilhan umum (pemilu). Masyarakat diminta berpartisipasi aktif melakukan pengawasan dalam setiap tahapan mulai awal hingga pelaksanaan pemilu.

Ajakan Panwaslu Kabupaten Ngawi ini disampaikan melalui ajang sosialisasi Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2017 tentang Pemilu di Aula RM Notosuman Ngawi, Selasa (26/12). Pernyataan sikap Panwaslu tersebut disampaikan bersama 50 orang lebih dari kalangan cendekiawan muda dari berbagai lembaga mulai Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) seluruh kampus di Ngawi, Pemuda Anshor dan tokoh pemuda.

“Kita ingin sosialisasi ini untuk masyarakat ini lebih progress lebih sadar tentang pentingnya partisipasi pemilu ini. Agar iklim demokrasi yang kondusif dan berdaulat bisa tercipta di Kabupaten Ngawi dan pengawasan partisipasif mulai dilakukan mulai awal sosialisasi hingga puncaknya pemilu pada 2019 nanti,” terang Abjudin Widiyas Nursanto Ketua Panwaslu Kabupaten Ngawi.

Beber Abjudin, pihaknya menyampaikan tugas pengawasan pemilu bukan hanya tanggungjawab panwaslu sebagai penyelenggara melainkan sejauh mana yang dilakukan warga masyarakat termasuk para cendekiawan muda yang ia undang kali ini. Dan ajang sosialisasi sesuai keyakinanya akan terus dilakukan dengan sasaran seluruh elemen masyarakat secara bertahap.

“Jadi, pengawasan setiap tahapan merupakan tugas kita semua. Masyarakat umum bisa juga melakukan pengawasan langsung Pemilu. Adapun tahapan pemilu yang sudah dekat adalah Pilgub, Pileg dan Pilpres,” katanya. 

Abjudin mengatakan laporan yang disampaikan masyarakat, sangat dibutuhkan ditengah-tengah keterbatasan dan kurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Panwaslu. Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar dapat berperan aktif dalam setiap tahapan pemilu. 

Terpisah Samsyul Wahoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi selaku narasumber menjelaskan, masyarakat dalam satu sisi mempunyai legal standing dalam pengawasan pemilu mulai tahapan hingga pelaksanaanya nanti. Sehingga dengan keterlibatan masyarakat sangat diharapkan bisa memberikan saran maupun masukan agar pelaksanaan pemilu disemua tahapanya lebih berkwalitas, berintegritas dan sesuai dengan aturan yang ada.

“Pengawasan yang dilakukan masyarakat terutama dari kalangan muda seperti yang hadir saat ini mempunyai domain yang berbeda dengan panwaslu. Poinya tidak lain adalah memberikan pengawasan secara mandiri bisa dipertanggungjawabkan tentunya tidak hoax,” pungkas Toni demikian sapaan akrab Ketua KPU Kabupaten Ngawi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: