Monday, December 4, 2017

Baderan Bergejolak, Ketua BPD Turun Jabatan Setelah Digeruduk Warga

SiagaNews || Bola panas terus menggelinding di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Ngawi setelah gagal menggelar proses pemilihan kepala desa (pilkades) yang dijadwalkan pada Minggu kemarin, (03/12). Kini permasalahan makin melebar, Suyanto alias Cong yang pernah didiskualifikasi atau dibatalkan pencalonanya sebagai kepala desa oleh panitia pilkades bersama puluhan warga sekitar pukul 14.30 WIB mendatangi kantor desa setempat, Senin, (04/12).

Kedatangan Cong bersama warga tersebut bukan untuk menemui panitia pilkades melainkan mempermasalahkan kinerja Jamirin sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dinilai tidak bisa dijadikan contoh masyarakat. Pertemuan yang dikawal ketat puluhan personel Polres Ngawi di back up Polsek Geneng berlangsung panas.

Beberapa kali terjadi debat sengit yang berkutat pada masalah pertanggungjawaban Jamirin semenjak menduduki kursi Ketua BPD Desa Baderan sejak 2013 lalu. Pengelolaan uang desa yang dimanfaatkan untuk simpan pinjam khususnya LPPRS  senilai kurang lebih Rp 27 juta pun diungkap oleh warga mengingat Jamirin dianggap terlibat didalamnya. Setelah situasi makin memanas membuat Jamirin secara legowo memilih mengundurkan diri sebagai ketua BPD dengan membuat pernyataan tertulis.

Menurut Cong kebobrokan mental Jamirin selaku Ketua BPD memang sudah luar biasa. Sehingga sangat layak untuk mengundurkan diri daripada diturunkan paksa oleh warga. Namun terkait kesalahan fatal Jamirin seperti apa ataupun urgenya Cong enggan menjelaskan secara detail dengan alasan kurang etis untuk dibeberkan.

Hanya saja Cong mencatat, permasalahan mulai timbul sejak 2009 menyangkut pertanggungjawaban pengelolaan keuangan yang berakibat dirinya kesandung masalah korupsi awal 2016 lalu. Dimana sejak kepemimpinan desa beralih ke tanganya sejak 2013 Cong merasa sebagai orang buta kehilangan tongkat karena semua anggaran sudah habis.

Ini tidak terkait dengan persoalan pilkades melainkan murni kesalahan dia (Jamirin-red) sebagai ketua BPD. Dan ini harus segera diatasi jangan sampai terjadi permasalahan lagi yang menjadi korban warga dan ini tadi bukan demo melainkan koordinasi serta tidak memaksa dia untuk turun tetapi lihat sendiri dia mengundurkan diri, jelas Cong.

Terpisah Jamirin menjelaskan permasalahan dengan warga dibawah kendali Cong setelah dirinya mempunyai angsuran di LPPRS yang belum dibayar. Dan awalnya memang dijalankan oleh panitia desa tetapi dalam perjalananya sempat mandek atau berhenti sehingga tidak ada tagihan. Terkait uang tersebut tandasnya, yang memakai bukan ia sendiri melainkan ada nasabah lain termasuk ada juga perangkat desa setempat.

Itu kan sudah dijalankan oleh panitia terus mandek tidak ada tagihan. Itu pun bukan saya sendiri perangkat juga ada dan nasabah lain juga banyak. Ya memang saya ini sudah dibidik kubunya Pak Suyanto (Cong-red) untuk mencari celah-celah itu. Dan terkait pengunduran diri memang kesadaran saya agar Desa Baderan bisa kondusif, pungkas Jamirin. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: