Sunday, December 10, 2017

Bupati Ngawi Cicipi Durian Bojo Galak Dalam Festival Durian Karanggupito

SiagaNews || Ribuan penggemar buah durian dari berbagai daerah memadati Festival Durian di Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Ngawi, Minggu (10/12). Festival durian yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi baru pertama kalinya digelar di daerah tersebut. Namun mampu menyedot animo para penggemar durian untuk datang ke lokasi kegiatan yang sekaligus sebagai ajang Bupati Award 2017.

“Kami mencoba berinovasi terhadap produk unggulan yang ada di desa termasuk festival kali ini. Dimana festival durian yang baru pertama kalinya digelar sangat diharapkan menjadi kalender tahunan. Dan kegiatan tadi memang sengaja dilakukan secara bersamaan dengan Bupati Award 2017 sebagai ajang pemberian penghargaan dari Bupati Ngawi kepada tokoh masyarakat maupun lainya yang telah berdedikasi serta berinovasi terhadap pembangunan Kabupaten Ngawi selama ini,” terang Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi.

Terkait festival durian Kabul mengatakan, tidak lepas dari hasil pemikiran maupun support yang dilakukan Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Ngawi dan lokalnya dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karanggupito sendiri. Tidak menutup kemungkinan kegiatan semacam festival durian akan digelar dalam skala besar mengingat dari animo penggemar buah durian sendiri. Ia mengatakan, harga durian dalam festival ini paling murah Rp 45 ribu hingga Rp 100 ribu per buah. Menurut dia, hasil panen tahun ini kurang bagus karena bunga banyak yang rontok.

Seperti diketahui, yang disajikan pada festival kali ini beraneka jenis buah durian maupun olahan makanan berbahan buah durian. Untuk jenis durian yang ditampilkan dan termasuk dibudidayakan warga Desa Karanggupito antara lain jenis durian kresna madu, buto ijo, bajul, petruk, montong dan durian bojo galak. Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menandaskan, ia berkeinginan Desa Karanggupito menjadi salah satu sentra durian sekaligus pilot project.

“Kami ingin merubah image Desa Karanggupito yang dulunya sebagai desa batu maklum sebagai penghasil tambang batu di wilayah Ngawi tetapi sekarang menjadi desa durian dengan segala jenis serta khas durian yang dihasilkan. Seperti yang dirasakan durian asli Karanggupito ini selain manis teksturnya dagingnya sangat lembut dan legit apalagi durian jenis bojo galak ini,” beber Kanang.

Kanang pun mencatat menuju desa durian tidak semudah yang diinginkan selama ini tetapi perlu keterlibatan masyarakat desa setempat khususnya para pemuda desa. Jika hal ini berhasil maka akan menjadi desa wisata setidaknya menjadi destinasi wisata buah durian melalui Kebun Wisata Desa Argo Munung yang baru ia resmikan. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: