Friday, December 8, 2017

Dinkes Ngawi Klaim Selama Setahun Angka Demam Berdarah Turun Drastis

SiagaNews || Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama tahun 2017 ini mengklaim angka penderita penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypty maupun Dengue Shock Sindrom (DHS) mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Bahkan data yang berhasil dihimpun dari 24 puskesmas di wilayah Ngawi tidak ada laporan korban meninggal lantaran penyakit yang satu ini.

Kalau menurut angkanya penyakit demam berdarah untuk tahun ini memang ada penurunan.Meski demikian kita tetap mewaspadai akan serangan penyakit tersebut, terang Jaswadi Kasi P3M Dinkes Ngawi, Jumat (08/12).

Ia pun membenarkan selama setahun ini tercatat ada sekitar 203 pasien demam berdarah akan tetapi untuk akhir tahun ini atau Desember belum ada laporan tentang penderita demam berdarah. Hanya saja wilayah terparah adanya epidermi demam berdarah berada di kawasan Kota Ngawi. Pasalnya, di Puskesmas Ngawi Kota tercatat ada 25 pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap.

Di Ngawi ini serangan demam berdarah paling parah terjadi dua tahun silam dan saat itu kita terapkan kejadian luar biasa (KLB-red) mengingat dari jumlahnya pasienya, tuturnya.

Tandas Jaswadi, dikeluarkan status KLB pada 2015 tercatat ada 778 pasien demam beradarah dan 6 pasien diantaranya meninggal dunia. Dan setahun kemudian 2016 malah lebih parah dari datanya ada 782 pasien dan 10 orang diantaranya meninggal dunia. Meski demikian ulasnya, angka yang dikumpulkan oleh Dinkes Ngawi telah dikoordinasikan dengan tiga rumah sakit yang ada untuk mengantisipasi kasus demam berdarah yang tidak dilaporkan. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: