Friday, December 1, 2017

EWS Bobrok BPBD Ngawi Tuding Perum Jasa Tirta


Siaganews || NGAWI.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi enggan komentar terkait keberadaan alat pendeteksi banjir atau Early Warning System (EWS) yang selama ini terpasang di wilayahnya. Pasalnya, sejak tahun 2013 lalu keberadaan EWS yang terpasang di 7 titik diatas dua sungai besar antara Kali Madiun dan Bengawan Solo tidak berfungsi sebagaimana mestinya.


“EWS itu dulu memang bisa berfungsi tapi hanya beberapa saat saja tapi sejak tiga tahun terakhir seluruhnya mati total. Sampai sekarang ini pun sebenarnya kami sudah beberapa kali menyurati kepada Perum Jasa Tirta I untuk dibenahi tapi lihat sendiri bisa berfungsi tidak,” terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi dengan nada ketus, Rabu (30/11).


Akibatnya ujar Heru demikian sapaan akrabnya, pihaknya hanya pasrah tidak mampu berbuat banyak. Sebab, kapasitas pengelolanya jelas dibawah Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) dengan menunjuk Perum Jasa Tirta I selaku pihak ketiga yang bertanggung jawab penuh terhadap alat peringatan banjir itu. Namun demikian beber Heru, kalau terjadi banjir nantinya tetap meminta pertanggung jawaban dari perusahaan BUMN tersebut.


Alasan Heru, EWS yang diharapkan berfungsi sebagaimana mestinya malah mengalami kerusakan tanpa ada perbaikan seperti yang terjadi diatas Jembatan Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan. Dampaknya pun jelas setiap kali banjir warga masyarakat disekitar dua sungai besar tersebut merasa kelabakan karena tidak ada peringatan dini.


“Seperti tahun ini sudah berapa kali banjir melanda dan berapa banyak warga masyarakat menjadi korban.Saat itu permukaan air sampai atas bibir sungai bahkan sempat menenggelamkan beberapa areal sawah, nyatanya alat itu (EWS-red) tidak berbunyi sama sekali,” jelas Heru.


Pungkasnya, Perum Jasa Tirta I hingga sekarang ini telah memasang EWS di 7 titik meliputi Ngunengan, Dungus, Ketanggi, Klitik, Kendung, Purwosari, Simo dan Kwadungan. Sedangkan BPBD sendiri menghimbau kepada Perum Jasa Tirta I untuk lebih pro aktif lagi dalam penanganan EWS di wilayahnya terutama di daerah dengan kategori rawan banjir. (pr)




SHARE THIS

Author:

0 komentar: