Friday, December 29, 2017

FGD Warung Dipo Panwaslu Ngawi Ajak Masyarakat Partisipatif Awasi Pemilu

SiagaNews || Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ngawi jelang akhir tahun 2017 lebih intens mengajak masyarakat untuk maju selangkah ke depan secara bersama mengawasi proses pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 mendatang. Salah satu upaya yang diwujudkan melalui Focus Group Disscusion (FGD) di Warung Dipo Ngawi, Rabu (27/12).

Abjudin Widiyas Nursanto Ketua Panwaslu Kabupaten Ngawi mengatakan lewat FGD ditargetkan mampu memunculkan inovasi kreatif maupun gagasan baru dalam upaya mengajak seluruh lapisan masyarakat aktif mengawasi pemilu. Melalui diskusi yang menghadirkan kalangan akademisi termasuk tokoh media tersebut ia meminta saran dan masukan dalam strategi pengawasan pemilu.

“Dengan diskusi ini tentu berharap banyak adanya suatu saran dan masukan agar kami lebih tahu bagaimana melakukan strategi untuk pengawasan pemilu. Sebab apapun alasanya pesta demokrasi yang diaktualisasikan melalui pemilu harus credible dan transparan sesuai cita-citanya,” terang Abjudin Widiyas Nursanto.

Menurutnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah memanfaatkan teknologi yang terkoneksi melalui aplikasi ponsel berbasis android. Langkah kompetitif ini dilakukan agar masyarakat lebih peka serta memudahkan akses pelaporan terjadinya pelanggaran pemilu ke Panwaslu. Jika sudah sedemikian ini pelaporan masyarakat bisa dikategorikan sebagai temuan yang harus ditindaklanjuti.

Sementara itu Eni Nurjanah Komisioner KPU Kabupaten Ngawi selaku narasumber menyarankan, setiap informasi dari masyarakat secepatnya ditindaklanjuti. Tetapi disatu sisi apabila ada masyarakat yang posisinya sebagai pengadu pihak Panwaslu harus memberikan rasa nyaman.

“Bisa saja masyarakat menemukan satu persoalan kecurangan terhadap pelaksanaan pemilu yang dilaporkan ke Panwaslu. Sebaliknya pihak Panwaslu harus lebih selektif melakukan koreksi internal apabila ada suatu kejadian dan memberikan rasa aman bagi pelapor,” beber Eni Nurjanah.

Melalui FGD tersebut pihaknya mengajak pelaku organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh masyarakat maupun awak media untuk terlibat sebagai mitra Panwaslu untuk melakukan pengawasan pemilu. Jangan sampai ada sikap apatis dengan satu alasan bukan domain untuk berperan aktif tersebut. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: