Thursday, December 28, 2017

Polres Ngawi Ungkap Pembunuhan Sadis Janda Miliarder

SiagaNews || Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi tidak butuh waktu lama untuk mengungkap pembunuhan sadis dengan korban Sulasi si janda kaya 53 tahun yang mayatnya ditemukan warga di Sungai Blawong, Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Madiun pada Jum’at pekan lalu, (22/12), sekira pukul 09.00 WIB.

Ada dua tersangka diamankan petugas yang telah diduga melakukan tindak pembunuhan terhadap Sulasi warga Dusun Jambe Kidul, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi. Secara resmi melalui press release Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu menyatakan,  kedua tersangka masing-masing berinisial BM pria 20 tahun dan NHI perempuan 28 tahun keduanya sebagai warga Desa/Kecamatan Paron, Ngawi.

Urainya, awal penangkapan terhadap kedua tersangka bermula dari pengembangan hasil lidik di TKP penemuan jasad korban. Setelah terindentifikasi korban sebagai Sulasi kemudian polisi langsung mengarah terhadap terduga pelaku BM dengan dasar hasil pemeriksaan handphone milik korban. Karena merasa bersalah dan terlibat pembunuhan membuat BM menyerahkan diri ke Polres Ngawi pada Selasa malam, (26/12).

“Dari hasil keterangan BM yang kita periksa ternyata ada terduga pelaku lain yakni NHI. Setelah dilacak ternyata NHI lari ke Bekasi kemudian kita membuat tim yang dipimpin Pak Kasatreskrim AKP Maryoko untuk melakukan pengejaran ke sana dan berhasil menangkapnya pada Rabu kemarin itu sekitar pukul 11.30 WIB,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu dihadapan wartawan, Kamis (28/12).

Jelasnya, untuk motif terduga pelaku melakukan pembunuhan tidak lain masalah harga diri setelah mempunyai utang kepada korban senilai Rp 7 juta. Namun dari sekian hutang itu sudah dibayar NHI kepada korban sebesar Rp 4 juta dan sisanya kurang Rp 3 juta yang belum dibayar. Meski tinggal kurang separuh yang belum dibayar, Sulasi mencaci maki NHI dengan kata-kata kotor.

NHI memiliki hutang kepada korban selama 6 bulan terhitung sebelum kejadian dan setiap bulanya diberikan bunga sesuai perjanjian. Dan untuk memperoleh pinjaman uang dari korban melalui perantara yakni BM. Dengan alasan inilah kata NHI dihadapan Kapolres Ngawi, korban juga melontarkan kata-kata tidak patut terhadap BM karena dianggap sebagai perantaranya dan disuruh ikut bertanggungjawab.

“Memang BM ini peranya sebagai tukang cari nasabah disuruh oleh korban,” kata AKBP MB.Pranatal Hutajulu.

Lebih lanjut, dengan alasan dendam itulah keduanya merencanakan pembunuhan terhadap korban. Untuk proses eksekusi dilakukan di rumah korban di Perumahan Lawu Indah masuk Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Kota pada Rabu atau dua hari sebelum penemuan jasad korban tanggal 20 Desember 2017 sekitar pukul 12.30 WIB.

Dirumah inilah Sulasi dihabisi oleh NHI dengan cara di cekik bagian lehernya sambil membenamkan kepala korban ke springbed dan lehernya sengaja dipatahkan. Sedangkan BM membantu memegangi bagian tubuh korban saat eksekusi tersebut. Untuk meyakinkan meninggal kedua terduga pelaku melakban mulut korban disusul mengikat kedua tangan dan kedua kaki dengan seutas tali. Tetapi sebelum mayat dibuang NHI mempreteli perhiasan yang dipakai Sulasi berupa gelang, kalung dan cincin. Dan perhiasan itu dijual ke salah satu pedagang emas angkringan senilai Rp 9 juta.

Setelah itu kedua terduga pelaku membawa mayat korban dan dimasukan ke dalam mobil hasil rentalan jenis Toyota Avanza warna putih nopol AE 1052 K untuk dibuang. Dari rencana awal mayat korban akan dibuang ke Waduk Bening di Saradan mengingat kondisinya ramai terpaksa dialihkan ke tempat lain yakni di Sungai Blawong, Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Madiun. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: