Tuesday, December 19, 2017

Rakor, Kasatlantas Polres Ngawi Minta Korban Laka Cepat Ditangani

Siaganews || Seringkali korban kecelakaan lalu-lintas lambat mendapat penanganan medis dengan alasan administrasi. Padahal kondisi mereka tidak jarang kritis dan membutuhkan pertolongan medis untuk menyelamatkan nyawanya. Kondisi semacam inilah yang paling disorot Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Forum Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan serta Implementasi Kebijakan Pelayanan Publik di Aula Mapolres Ngawi, Senin (18/12).

Tadi memang saya tekan terkait masalah birokrasi pelayanan publik yang terkait dengan lalu-lintas. Pertama dengan rumah sakit yang terkait dengan kecelakaan dimana kalau memang korbanya itu kritis sesuai harapan masyarakat jangan lama-lama untuk dilakukan tindakan atau penanganan medis. Makanya tadi saya suruh untuk menambahi slogan waktu adalah nyawa, terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin. 

Dia meminta, jangan sampai korban kecelakaan tidak segera ditangani secara medis dengan alasan kamar maupun fasilitas IGD. Sehingga perlu adanya komunikasi lintas rumah sakit agar si pasien korban laka secepatnya mendapatkan perawatan jangan sampai terjadi peristiwa yang lebih fatal. 

Masih topik rakor ujarnya, dia juga menyentil pihak PU Bina Marga baik dari kabupaten maupun propinsi untuk menambah pemasangan penerangan lampu jalan (PJU-red) disepanjang jalur Ngawi. Baik di jalur nasional, propinsi maupun kabupaten. Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut berdampak langsung terhadap para pengguna kendaraan terutama para pemotor. 

Secara umum menurut AKP Rukimin, permasalahan lalu-lintas di wilayah Ngawi memang sangat komplek perlu ada penanganan lintas instansi. Satu contoh dia menyebut di kawasan blackspot khususnya di leter S masuk wilayah Banjarejo, Kecamatan Kedunggalar memang dikenal dengan titik rawan laka dengan faktor dari anatomi berbeda baik human error maupun penyebab lainya. 

Dikawasan leter S ini sangat minim penerangan lampu jalan maka kita meminta kepada instansi terkait untuk ditambah yang namanya lampu itu. Apalagi sekarang ini arus lalu-lintas pasti padat jelang perayaan Natal maupun tahun baru, bebernya.

Tidak sebatas itu, terkait penggunaan rotator dengan lampu warna biru yang dipergunakan kendaraan dinas khususnya milik Pemkab Ngawi jelas menyalahi undang-undang. Dia meminta secepatnya untuk dilepas mengingat bukan diperuntukan untuk kendaraan dinas kecuali kendaraan milik kepolisian. 

Diakhir keteranganya dia menyorot seringanya operasi lalu-lintas yang dilakukan petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) dengan sasaran kendaraan roda empat. Sebab secara etika dalam satu operasi harus melibatkan personel dari Satlantas Polres Ngawi. Dalam agenda rakor seperti yang terlihat dibuka langsung Wakapolres Ngawi Kompol Hartono dihadiri beberapa pejabat dari lintas instansi seperti Dinas Perhubungan, perwakilan rumah sakit diseluruh Ngawi, Dinas PUTR, Dinas Kesehatan, PT Jasa Raharja dan PT Waskita Karya. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: