Friday, December 29, 2017

Laka Lantas, Setahun Terakhir Korban MD Mampu Ditekan

 
SiagaNews || Angka kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di wilayah Ngawi, Jawa Timur, selama setahun terakhir 2017 ini jumlah kejadianya masih cukup tinggi dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Dipastikan dari datanya jumlah kejadian kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) tahun 2017 sebanyak 744 kejadian sedangkan tahun 2016 terhitung 737 kejadian. 
 
Namun atas antisipasi awal dari Satlantas Polres Ngawi jumlah korban meninggal dunia (MD) mampu ditekan secara signifikan. Jika tahun sebelumnya tercatat ada 132 orang MD akan tetapi tahun ini hanya 98 orang MD akibat kecelakaan bermotor baik roda dua maupun melibatkan roda empat. 

Jumlah tersebut diketahui dari hasil analisa dan evaluasi (anev) Polres Ngawi sebelum tutup tahun 2017 ini. Seperti yang disampaikan Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan di Aula Mapolres, Jum’at, (29/12).

“Panjang jalan di wilayah Ngawi ini kan memang terpanjang nomor dua di Jatim setelah Bondowoso. Sehingga dibanding daerah lainya jumlah kecelakaan sangat berbeda tetapi kita berupaya terus untuk meminimalisir kejadian itu,” jelas AKBP MB.Pranatal Hutajulu.

Ia menyebut penyebabnya masih didominasi dari faktor human error terutama saat menyalip kendaraan lain. Tetapi juga tidak menutup akibat faktor jalan yang bergelombang terutama di Jalur Ngawi-Mantingan yang notabene jalan milik Pemprov Jatim secara kasat mata kondisinya masih jauh dari harapan. Selain permukaan jalan bergelombang juga masih banyak ditemukan lubang-lubang jalan yang cukup menganga. 

“Tentu human error tidak lepas dari penyebab lain terutama keterkaitan dengan kondisi jalan yang ada. Dan nantinya menjadi bahan evaluasi kita dengan dinas terkait utamanya dengan pihak propinsi apalagi Ngawi ini kan etalasenya Jatim dari barat,” bebernya lagi.

Sambungnya, mengenai jumlah kasus kriminal yang terjadi setahun lalu ada kenaikan 6 persen dari 409 kasus naik menjadi 435 kasus. Meski demikian jumlah kasus yang berhasil diselesaikan naik 8 persen tercatat dari 290 kasus naik menjadi 313 kasus yang berhasil diselesaikan.

Dari jumlah tersebut kejadian yang paling mencolok di wilayah Ngawi memang kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mencapai 75 kasus dan diselesaikan 49 kasus. Untuk urutan kedua disusul tentang kasus perjudian yang mencapai 67 kasus tetapi bisa dibereskan 64 kasus. 

Lebih lanjut AKBP MB.Pranatal Hutajulu mengatakan, bahwa meningkatnya kasus narkoba, miras, premanisme dan pelanggaran lalu lintas ini bukan serta merta semuanya kasus tersebut benar-benar real meningkat. Tingginya angka yang ditemukan memang kesungguhan kinerja aparat kepolisian di lapangan yang maksimal. 

“Seperti diketahui bersama selama tahun ini ada dua kasus pidana yang menjadi perhatian publik semuanya tentang kasus pembunuhan. Pertama kasus pembunuhan di Dawung Jogorogo dengan korban seorang remaja perempuan dan kedua kurang dari sepekan tim kita berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang janda kaya itu. Tentunya akan kita berikan reward bagi tim kita yang sukses membekuk para pelaku,” pungkas AKBP MB.Pranatal Hutajulu. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: