Saturday, December 2, 2017

Cegah Kerawanan Pilkades, Polres Ngawi Terjunkan Ratusan Personel

Siaganews || Cegah Kerawanan Pilkades, Polres Ngawi Terjunkan Ratusan Personel
NGAWI. Pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang diikuti 13 desa dari 10 wilayah kecamatan di Kabupaten Ngawi mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian daerah setempat. Polres Ngawi menerjunkan 250 personel disebar ke desa yang melaksanakan pilkades pada Minggu besok, (03/12).

Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu usai memimpin apel kesiapan pengamanan pilkades di Mako Polres Ngawi menjelaskan, hadirnya aparat kepolisian ditengah proses pelaksanaan pilkades untuk mencegah gesekan antar pendukung calon kepala desa maupun mengantisipasi kerawanan pemungutan suara di masing-masing TPS serta menjamin situasi kamtibmas yang kondusif.


Pilkades serentak di Ngawi model TPS ini memang baru digelar tahun ini sehingga harus berjalan sesuai aturanya jujur dan adil dalam menentukan pilihanya. Dengan alasan itulah kami tekankan kepada setiap individu personel harus peka terhadap situasi disekitarnya dan untuk meminimalisir gesekan harus koordinasi dengan perangkat desa setempat maupun tokoh agama dan masyarakat, terang AKBP MB.Pranatal Hutajulu, Sabtu (02/12).

Dengan alasan itulah Pranatal menginstruksikan setiap anggota kepolisian yang berjaga harus memahami tugas pokoknya dan menjaga netralitas. Selain itu, harus memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat yang mempunyai hak pilih dalam menentukan pilihanya. Jangan sampai ada oknum tertentu melakukan provokasi maupun sabotase terhadap pelaksanaan pilkades.

Apabila menemukan suatu permasalahan yang terkait pelaksanaan pilkades kedepankan tindakan persuasive dan segera ambil tindakan dengan melakukan koordinasi dengan pimpinan ataupun panitia penyelenggara, jelasnya.

Dengan demikian pungkasnya, hadirnya aparat kepolisian tentu menjadi mitra bagi masyarakat itu sendiri. Hal itu tentu harus dilakukan agar pelaksanaan pilkades bisa berjalan sebagaimana mestinya dan menghasilkan pemimpin tingkat desa atau kepala desa melalui proses pemungutan suara secara langsung betuk dari cerminan demokrasi sebenarnya. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: