Wednesday, December 20, 2017

Tiket Srambang Mahal, Bikin Dewan Meradang

SiagaNews || Bicara destinasi wisata Ngawi memang salah satunya air terjun Srambang yang berada di lereng Gunung Lawu sisi utara. Tepatnya masuk Petak 34 kawasan hutan KPH Lawu DS atau berada disekitar Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Seperti pada masanya keberadaan Srambang pasca mencuat tahun 1995 memang menyisakan banyak cerita maupun histori.

Seiring waktu lokasi hutan pinus ini pun makin digandrungi pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Tak pelak menjadi obyek yang patut dikunjungi selain menawarkan keindahan air terjunya, Srambang lebih dikenal sebagai lokasi melancong yang adem maklum rimbunya hutan pinus menambah sensasi bagi pengunjungnya.

Namun sayang, dalam beberapa waktu terakhir setelah disulap menjadi Srambang Park hasil inovasi pengembangan lokasi wisata antara KPH Lawu DS dengan investor lokal CV Hargodumilah ada sedikit yang patut dicatat. Terutama soal tiket masuk ke wana wisata Srambang Park yang dinilai sedikit mahal untuk sekelas tempat wisata di Kabupaten Ngawi.

Sekarang ini setiap pengungjung dikenai tiket seharga Rp 15 ribu untuk bisa masuk ke wana wisata Srambang Park. Dengan nilai rupiah tersebut membuat Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dibuat angkat bicara. Saat menghadiri peresmian Srambang Park oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono pada Selasa 19 Desember 2017, ia menyoroti terkait harga tiket masuk yang dirasa kurang pas dengan kondisi perekonomian di Ngawi.

Jadi soal tiket ini seperti yang dikatakan Bapak Bupati tadi memang harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Memang keberadaan Srambang ini ada dua sisi kalau Pemkab Ngawi jelas mengutamakan sisi pelayanan tetapi pihak ketiga (pengembang-red) mau tidak mau memperhitungkan profit oriented. Tapi semuanya itu harus di evaluasi, terang Antok sapaan akrab Ketua DPRD Ngawi, Selasa (19/12).

Antok menilai memang sah-sah saja pihak ketiga menetapkan besaran harga tiket masuk dan lain sebagainya. Tentu ada perhitungan tersendiri menimbang dari nilai investasi yang ditanamkan dilokasi wisata Srambang. Namun apapun alasanya itu ujarnya, harus dikaji mendasar kemampuan daya beli masyarakat. Selain itu pihaknya juga mempertimbangkan daya dukung Pemkab Ngawi untuk pengembangan wana wisata Srambang Park.

Diakhir keteranganya ia merespon positif terhadap MoU antara KPH Lawu DS dengan CV Hargodumilah yang bermuara pada penataan wana wisata Srambang Park. Mengingat sejak awal lokasi wisata seluas 4 hektar tersebut memang masuk pengelompokan daerah wisata di Kabupaten Ngawi yang terkoneksi dengan destinasi wisata lainya. Maka upaya pengembangan wana wisata Srambang Park menjadi gairah tersendiri bagi peningkatan perekonomian warga masyarakat terutama disekitar lokasi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: