Monday, January 8, 2018

Aksi Heroik, Dua Brigadir Humas Polres Ngawi Amankan Pelaku Bentrok Bersajam

SiagaNews || Dua orang anggota kepolisian berpangkat brigadir dari Humas Polres Ngawi berhasil mengamankan dua pria bertato yang terlibat bentrokan di kawasan alun-alun Ngawi sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin, (08/01). Kedua orang yang diamankan petugas tersebut setelah sebelumnya terlibat perkelaihan yang salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis pisau lipat.

Dari keterangan yang ada Briptu Gentur Edi Cahyono dan Bripda Ferdinal Kurniawan kebetulan melintas dilokasi kejadian usai melakukan kegiatan dokumentasi acara Panwaslu di Aula RM Notosuman yang dihadiri Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu. Mendadak kedua polisi ini melihat ada perkelaihan dua pria bertato tanpa diketahui penyebabnya.

“Tadi pas saya melintas dengan kawan tahu-tahu melihat ada dua orang pria terlibat bentrok. Ketika saya dekati mereka berusaha kabur ternyata salah satu pelaku terbukti membawa senjata tajam jenis pisau lipat. Makanya untuk mencegah sesuatu kejadian yang lebih parah mereka langsung kami lumpuhkan,” terang Briptu Gentur Edi Cahyono, Senin (08/01).

Jelasnya, aksi perkelaihan kedua pria bertato bermotif dendam setelah istri salah satu pelaku diduga dibawa kabur ke daerah Cikupa, Tangerang selama sebulan. Sebut saja AS pria bertato berumur 23 tahun yang mengaku sebagai warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Ngawi terlibat bentrok dengan SP pria berusia 29 tahun asal Desa Padaran, Kecamatan/Kota Rembang, Jawa Tengah.

Dimana, AS dituduh oleh SP telah membawa kabur istrinya Novi Mutiyasari selama sebulan tanpa diketahui alasan yang jelas. Padahal hubungan antara AS dan SP saling kenal bahkan keduanya seperti rekan kerja. Merasa dikhianati oleh AS membuat SP kalap dan berusaha mencari keberadaannya. Dan kedua orang tersebut bertemu di kawasan alun-alun Ngawi bersama Novi Mutiyasari dari hasil keteranganganya mengaku sebagai warga Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi.

Lantas, di kawasan alun-alun Ngawi inilah ketiganya menegak minuman keras yang belum diketahui pasti jenisnya. Dan mendadak terjadilah aksi perkelahian antara AS dan SP yang dipicu soal cemburu setelah Novi Mutiyasari dibawa oleh AS. Guna mempertanggungjawabkan hukum kedua pria bertato tersebut langsung digelandang petugas Satreskrim Polres Ngawi.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko mengatakan, aksi bentrok yang melibatkan dua orang bertato memang diduga kuat akibat rasa cemburu setelah istri SP dibawa AS untuk mengamen selama sebulan di Tangerang. Membuat hati SP dibuat panas dari kelakuan AS tersebut.

“Dari keterangan awal motif bentrokan itu dilatarbelakangi oleh cemburu dimana istri SP dibawa oleh AS yang katanya selama sebulan di kawasan Tangerang. Dan terkait senjata tajam yang diamankan itu memang berasal dari tangan salah satu pelaku bentrok namun belum sempat dipakai untuk kekerasan,” pungkas AKP Maryoko. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: