Wednesday, January 3, 2018

Evaluasi Disparpora 2017, Destinasi Wisata Ngawi Kurang Sarpras

SiagaNews || Awal tahun 2018 ini sebagai momen evaluasi terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengejar progress yang belum tercapai. Tidak ketinggalan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi mengakui hasil dari evaluasi tahun 2017 keberadaan destinasi wisata di daerahnya memang dari segi sarana dan prasarana (sarpras) sangat kurang.

Mengingat lokasi wisata yang dimiliki Pemkab Ngawi selama ini hanya 4 titik seperti Museum Trinil, Tawun, Alun-Alun dan Kepatihan. Meskipun di tahun tersebut sudah dilakukan pemolesan untuk menarik wisatawan namun untuk sarpras sendiri perlu ditambah dengan menimbang budget anggaran yang disediakan di tahun 2018 ini.

“Keempat lokasi wisata di Ngawi tahun 2017 memang sudah disentuh namun demikian masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Termasuk di Museum Trinil ini tahun 2018 akan kita tambah lokasi permainan anak, gazebo dan gedung sebagai tempat display benda-benda koleksi museum,” beber Warsiti Kabid Pariwisata Disparpora Ngawi, Rabu (03/01).

Ungkapnya lagi, penambahan sarpras tidak menutup kemungkinan bakal ditempatkan di lokasi wisata Alun-Alun Merdeka Ngawi meskipun secara kasat mata sudah baik. Hanya saja untuk menambah greget dan daya tarik pengunjung perlu ada sentuhan dan inovasi total seperti membangun rumah pohon, tersedianya CCTV dan soud system maupun speaker.

Tidak sebatas itu kata Warsito, keberadaan Kepatihan pasca take over dari ahli waris ke Pemkab Ngawi sangat perlu dipugar kembali. Untuk tahun 2017 memang bangunan heritage Kepatihan yang ada di Jalan Pati Unus Ngawi tersebut mulai ditata salah satunya pembangunan pagar tetapi bangunan utama belum tersentuh anggaran.

“Kita harapakan karena Kepatihan sudah milik Pemkab Ngawi sepenuhnya tahun 2018 ini akan dipoles bagian bangunan utamanya bersumber dari DAK pusat maupun APBD Ngawi,” terangnya.

Untuk wisata Tawun yang masuk Desa Tawun, Kecamatan Kasreman tandasnya lagi, kondisinya memang perlu perawatan terutama pada permainan air seperti kapal. Sekarang ini hanya tersedia tiga kapal sebagai wahana permainan dan itu pun kondisinya mulai rusak. Tidak hanya itu pengadaan mobil sampah juga perlu dipersiapkan plus realisasi rumah pohon segera diwujudkan.

Terakhir, untuk penguatan Visit Ngawi Years 2017 memang ada berbagai agenda yang telah digelar untuk menarik simpati para wisatawan baik lokal maupun luar daerah. Seperti hiburan Inbox berskala nasional, paramotor maupun  agenda lain yang memecahkan rekor MURI khususnya pagelaran wayang kulit dengan kelir terpanjang. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: