Monday, January 15, 2018

Kuprit, Si Pengamen Jalanan Dekil Bertalenta Dekat Pejabat


SiagaNews || Untuk masyarakat Ngawi dan daerah sekitarnya mungkin tidak asing dengan kehadiran musisi jalanan yang biasa ngamen ini. Iya, sebut saja Kuprit yang mempunyai nama asli Pri Utomo pria kelahiran asli Ngawi 51 tahun lalu selain dikenal sebagai pengamen bertalenta dengan suara khas juga dikenal dekil dan sering mengocok perut orang ketika ngamen.


Saat ketemu beberapa awak media di lokasi wisata Benteng Pendem atau Van Den Bosch Ngawi ia pun berbagi cerita dengan sesekali bergaya ngelawak. Asyik bukan, tetapi cerita bapak satu anak dari istri Supratmi ini bukan tanpa alasan. Kuprit yang berdomisili sebagai warga Dusun Gondang, Desa Legokulon, Kecamatan Kasreman, Ngawi berbagi cerita suka dukanya menjadi pengamen.


Tentu menarik untuk disimak dari Kuprit, ia mengawali kisah masa lalunya yang begitu kelam meskipun dilahirkan dari orang yang mempunyai jabatan di negeri ini. Maklum bapak kuprit memang seorang purnawirawan TNI meski demikian dirinya lebih menikmati perjalanan hidupnya sekarang daripada 15 tahun lalu.


“Seingat aku menjadi begini (pengamen-red) sudah lima belas tahun lah. Dari rentang waktu itu pasti ada suka dukanya,” ujar Kuprit, Minggu (14/01).


Kuprit yang mempunyai vocal ‘nyaring’ ini mengakui tidak ada pikiran untuk menjalani pekerjaan seperti yang ia lakoni hingga sekarang dengan status sebagai pengamen. Sebelumnya atau 15 tahun lalu ia dipercaya sebagai seorang pengawas di perusahaan roti ternama milik orang Australia berkedudukan di Jakarta.


Kuprit merasa tidak betah dengan gaji yang diterima saat itu lantas ia pun keluar dan memutuskan pindah pekerjaan lagi di salah satu perusahaan rokok. Ternyata di tempat kerjanya yang baru itu sama juga dari sebelumnya dan membuat dirinya hengkang. Kata Kuprit nasibnya saat itu serba tidak beruntung.


“Bayaranya saat itu serba mepet untuk hidup di kota besar seperti Jakarta sangat susah. Aku tidak mau menyebut berapa bayaran yang ku terima saat itu tetapi jelas mepet banget untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” bebernya.


Kemudian berawal tekad ia memutuskan untuk menjadi pengamen jalanan dengan alasan ingin merubah hidup dengan cara lain yang mungkin bisa dibilang tidak lazim sebagaimana mestinya. Disinilah cerita awal sebagai pengamen mulai dirasakan ia mulai digembleng dengan rona-rona kehidupan yang justru keras selaras dinamika masyarakat.


“Soal pengalaman pahit pasti ada mas, iya pada suatu waktu aku tengah mengamen di pasar Karangjati sana. Seingat aku saat itu sudah membawakan empat lagu dan lagunya pun beraneka jenis mulai lagu barat, dangdut hingga campursari agar sasaran aku saat itu pedagang kelapa. Ternyata ketika lagu sudah kelar aku bawakan dia tidak ngasih duit rasa di dada ini dibuat sesak pengen menangis kayaknya,” ulas Kuprit.


Namun kata Kuprit pengalaman ngamen di pasar Karangjati menjadi mimpi buruk sepanjang hidupnya. Bahkan ia mengaku kapok jika mampir ke salah satu pasar di Ngawi ini rasanya masih trauma berat. Selain itu urainya, satu pengalaman yang menggelikan pun terjadi saat dirinya tengah mengamen disuatu tempat khususnya di perumahan. Dimana antara mau marah dengan sebaliknya bercampur aduk jadi satu. Ternyata modal ‘pede’ tidak cukup demikian terang Kuprit.


“Biasakan yang namanya orang ngamen itu kan genjrang genjreng depan pintu rumah. Ealah tahu-tahu dari dalam rumah ada teriak-teriak ternyata si pemiliknya itu sedang padu mas (bertengkar-red). Aku dibuat kabur terkencing-kencing,” seloroh Kuprit.


Itulah pengalaman pahit Kuprit yang dulunya tercatat sebagai alumni SMAN 2 Ngawi dan jebolan SMPP saat itu. Namun sederet pil pahit yang ia telan adakalanya ada pengalaman manis dan membuat ia bangga meskipun sebagai pengamen. Memang diri Kuprit mungkin satu-satunya pengamen lokal Ngawi yang akrab dengan pejabat birokrasi pemerintah daerah setempat.


Mengapa bisa, ketika mengamen dihadapan pejabat bahkan dalam suatu event tertentu Kuprit tidak sekedar memamerkan bakatnya bernyanyi melainkan ada saja penampilan lain yang ia tonjolkan dihadapan pejabat yakni berjoget ria dengan liukan tubuh yang asyik.


“Pernah ada pejabat Ngawi ini punya istilahnya nadzar kepada aku jika posisinya naik aku akan diajak piknik ke Jakarta pulang pergi naik pesawat. Setelah dikabulkan ternyata benar dia ngajak aku piknik ke Jakarta, dia yang jadi sekretaris daerah sekarang ini low Bos Sodiq,” pungkas Kuprit. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: