Friday, January 12, 2018

Minusnya Sarpras Museum Trinil Sejauh Mana Peran Disparpora Ngawi


SiagaNews || Trinil, salah satu kawasan yang masuk zonasi situs Paleoantropologi di Indonesia yang terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur yang patut diawasi dari proses ekplorasi liar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Mengingat kawasan dengan radius 15 kilometer sekitar Trinil menjadi satu titik yang hingga sekarang ini masih menyimpan fosil purba.


Tentu bicara Trinil pasti bermuara pada museumnya. Namun patut disayangkan keberadaan Museum Trinil yang sekarang ini pengelolaanya dibawah satuan UPT Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi terkesan masih jauh dari peruntukanya. Betapa tidak, peran museum yang menyimpan berbagai fosil purba tersebut seharusnya menjadi destinasi wisata edukasi yang representatif.


Justru sebaliknya, ketika pengunjung atau wisatawan yang datang pasti tidak nyaman dengan kondisi museum itu sendiri. Selain beberapa bagian terlihat kotor juga minimnya sarana dan prasarana (sarpras) penunjang. Demikian juga minimnya informasi tentang Museum Trinil.


“Parah kalau begini setahu saya Museum Trinil itu bukan hanya dikenal secara nasional melainkan sudah internasional. Masak kondisinya kotor kayak gini, selain itu kurangnya papan informasi tentang Trinil termasuk brosur maupun pamlet. Kalau bisa ditata lebih baiklah kedepanya,” terang Eny salah satu pengunjung Museum Trinil.


Terpisah Sujono Staf UPT Museum Trinil mengatakan, memang banyak keluhan dari para pengunjung ketika melihat tempat penyimpanan situs prasejarah seluas 2,5 hektar tersebut. Menurutnya ada beberapa item yang harus ditambah sebagai daya tarik pengunjung. Mulai fasilitas parkir, tempat bermain anak dan fasilitas outbond yang harus segera direstorasi.


“Kalau bicara sarpras memang sangat kurang sehingga setiap pengunjung yang datang kesini itu tidak ada kesan. Memang kedepanya harus ditata ulang demikian juga jalan akses ke lokasi museum juga harus diperlebar termasuk penerangan jalan yang sangat kurang,” beber Sujono. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: