Monday, January 22, 2018

Ngawi Wilayah Neraka Buat Pengedar Sabu

 

SiagaNews || Bicara Ngawi sudah tidak asing lagi sebagai satu wilayah kabupaten paling barat bahkan dikenal sebagai etalasenya Jawa Timur. Dan sangat rentan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan Narkotika Golongan I khususnya jenis sabu-sabu. Maklum daerahnya merupakan akses jalur tengah transportasi lintas propinsi di Jawa ini. Sehingga memudahkan para mafia narkotika melakukan transaksi barang haram tersebut untuk meraup keuntungan besar.

Tapi tunggu dulu, pasca Kasatreskoba Polres Ngawi ada ditangan AKP Moch Mukid bak mimpi buruk bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Terbukti selama sepekan ini ada dua orang terduga pelaku sabu-sabu berhasil disikat habis petugas kepolisian daerah setempat. AKP Moch Mukid mengatakan pihaknya berkomitmen menggasak para terduga penyalahgunaan sabu-sabu baik pengedar maupun konsumen.

“Iya, tim kami di reskoba dalam sepekan ini berhasil menggulung para terduga pelaku peredaran sabu-sabu sebanyak dua orang. Dari dua orang terduga pelaku salah satunya memang terbilang super licin mengelabui polisi tetapi berhasil juga mereka kita sergap,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Senin (22/01).

Dua terduga pelaku sabu-sabu untuk pertama polisi berhasil menyergap AW seorang lelaki asal Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Satunya lagi berinisial LK pria 23 tahun warga Karanganyar, Jawa Tengah. Untuk AW disikat polisi sekitar pukul 01.30 pada Senin malam, (15/01), ketika hendak melakukan transaksi di pinggir Jalan Ahmad Yani, Kota Ngawi.

Ketika AW disergap, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain sabu-sabu seberat 0,42 gram dan satu unit handphone. Lain lagi dengan LK meski terbilang licin dari pengejaran petugas pada akhirnya tertangkap juga di jalan pertigaan Dusun Ploso Kerep masuk Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Ngawi pada Jum’at, (12/01), sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat digeledah LK tidak berkutik setelah polisi mendapati sabu-sabu 0,08 gram. Seketika itu dirinya langsung digelandang ke Mapolres Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain sabu dari LK juga diamankan berupa barang bukti satu unit handphone plus sepeda motor jenis Kawasaki Ninja warna orange tanpa plat motor.

“Dari keterangan para terduga pelaku ini sabu itu ia beli seharga Rp 500 ribu per paket kemudian dijual lagi seharga Rp 1 juta. Untuk LK dia itu terbilang licin mengelabui petugas caranya sabu-sabu itu ia jepit ditangan dan ketika ada polisi langsung ia buang. Namun atas kejelian petugas kita dia berhasil disikat. Maklum saja baik AW maupun LK sudah menjadi target maupun incaran polisi sejak sebulan lalu,” terang AKP Moch Mukid.

Pungkasnya, untuk memberikan efek jera kepada para terduga pelaku sabu-sabu ia jerat dengan pasal berlapis. Dan bakal dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 dan atau Pasal 131 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman penjara terhadap AW maupun LK mendasar pasal tersebut paling tidak 12 tahun dan maksimal seumur hidup. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: