Thursday, January 18, 2018

Pembunuhan Janda Miliarder, Direkonstruksi Korban Tewas Pada Adegan Ini


PostNgawi || Kasus pembunuhan Sulasi si janda kaya dengan harta tidak kurang puluhan miliar yang diduga dihabisi dua orang pelaku NHI perempuan 28 tahun and BM pria 20 tahun akhirnya dilakukan reka ulang atau rekonstruksi di lokasi pembunuhan Perumahan Lawu Indah Gang V masuk Kota Ngawi.


Proses rekonstruksi dipimpin langsung Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu yang melibatkan beberapa personel Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat dengan mendapat pengawalan ekstra ketat dari aparat kepolisian, Kamis (18/01).


Reka ulang baru dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan memperagakan 48 adegan. Pada rekonstruksi ini langsung diperankan oleh dua pelaku baik NHI maupun BM ditambah tiga orang petugas kepolisian sebagai pemeran pengganti baik korban Sulasi, tukang bakso demikian juga si pedagang obat tikus.



Saat dua terduga pelaku diturunkan dari mobil polisi teriakan warga yang tengah menonton semakin menjadi. Mereka pada umumnya sangat menilai apa yang dilakukan NHI dan BM terhadap korban sangat sadis. Menyusul, terduga kedua pelaku berusaha meracuni korban dengan obat tikus namun usaha tersebut gagal.


“Pelakunya sangat sadis kalau melihat cara menghabisi korban. Kalau bisa dihukum setimpal dengan perbuatanya seperti hukuman mati maupun seumur hidup,” terang Nella salah satu warga yang tengah melihat prosesi rekonstruksi.


Terkait reka ulang, Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu menjelaskan, korban meregang nyawa pada adegan ke-28. Saat itu korban Sulasi dicekik oleh NHI setelah kehilangan nafas disusul lehernya dipatahkan yang akhirnya meninggal dilokasi kejadian.



“Untuk adegan ke-28 ini leher korban dicekik setelah tidak mampu bernafas langsung dipatahkan hingga meninggal. Dan kedua pelaku memang merencanakan pembunuhan ini beberapa waktu sebelumnya disalah satu rumah pelaku,” jelas AKBP MB.Pranatal Hutajulu.


Kemudian tandasnya, reka ulang dimulai ketika kedua pelaku berupaya membunuh korban dengan racun tikus sebanyak dua kali. Pertama racun dicampur dengan bakso dan kedua dicampur dengan semacam bubur namun usaha tersebut sia-sia.


Sedangkan adegan terakhir disaat kedua pelaku membuang jasad korban di Sungai Blawong, Desa Gading masuk Kecamatan Balerejo, Madiun dengan menggunakan mobil jenis Avanza warna putih nopol AE 1052 K. Namun mengingat dari keamanan kedua pelaku untuk adegan terakhir hanya dilakukan disalah satu sungai di wilayah Ngawi Kota.



“Pada dasarnya rekonstruksi ini untuk memberikan kejelasan sesuai keterangan kedua pelaku saat kita periksa. Sekaligus menguji kebenaran sesuai keterangan para pelaku maupun saksi-saksi yang ada di dalam berita acara pemeriksaan (BAP-red),” ungkap Kapolres Ngawi.


Seperti diketahui dari berita sebelumnya kasus pembunuhan Sulasi janda kaya berumur 53 tahun warga Dusun Jambe Kidul, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi mulai terungkap setelah jasadnya ditemukan warga di Sungai Blawong, Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Madiun pada Jum’at 22 Desember 2017.


Tidak berselang lama, polisi pun berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana dengan mengamankan dua tersangka masing-masing NHI perempuan 28 tahun dan BM pria 20 tahun keduanya sebagai warga Desa/Kecamatan Paron. Dari keteranganya, modus pembunuhan dilatarbelakangi oleh dendam para tersangka terhadap korban. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: