Tuesday, January 9, 2018

Penebangan Hutan Mengganas, Polisi Bersikap Tegas


SiagaNews || Keberadaan hutan jati di wilayah Ngawi makin terancam keberadaanya. Dari beberapa waktu terakhir penebangan liar terjadi membuat keragaman ekosistim didalamnya bisa saja punah jika pihak aparat daerah setempat tidak bersikap tegas. Sesuai data yang ada wilayah hutan KPH Ngawi dibawah Unit II Jawa Timur memiliki areal hutan jati yang sangat luas dan tercatat 45.849,27 hektar.

Namun ulah tangan jahil tidak kunjung reda juga, terbukti kasus penebangan liar alias illegal loging makin marak. Seperti kejadian di wilayah hukum Polsek Pitu terpaksa petugas setempat mengamankan satu orang terduga pelaku illegal loging. Sebut saja KAS (39) warga Dusun Grogol, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu tertangkap basah ketika melakukan aksi illegal loging.

Peristiwa penangkapan tersebut terjadi pada Senin kemarin, (08/01), saat itu sekitar pukul 17.00 WIB KAS tengah memikul sebatang kayu jati tepatnya di Petak 83 B RPH Gelon, BKPH Sonde. Petugas Polmob yang tengah patroli langsung menghentikan KAS setelah ditanya dirinya tidak mempunyai legalitas membawa kayu jati hutan tersebut.

“Ketika dihentikan itu memang KAS ini tengah memikul sebatang kayu jati. Namun setelah di cek lagi ternyata ada dua batang yang hendak dibawa terduga pelaku. Maka saat itu juga yang bersangkutan langsung diamankan berikut barang buktinya,” terang Kapolsek Pitu Iptu Subandi, Selasa, (09/01).

Dari tangan KAS polisi berhasil mengamankan tiga batang kayu jati berbagai ukuran yang kemudian diamankan ke Mapolsek Pitu. Dengan aksi illegal loging tersebut KAS diancam dengan Pasal 12 huruf c,d,e dan h Jo Pasal 83 (1) huruf  a,b,c (2) huruf a,b,c dan (3) UURI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: