Tuesday, January 16, 2018

Persinga Turun Kasta, Supporting Financial Dibebankan Ke APBD


SiagaNews || Fans bola Ngawi terpaksa mengelus dada alias sabar terhadap tim sepak bola satu-satunya yang pernah berlaga di ajang professional asal daerah tersebut. Setelah terpuruk meraih poin bersama Grup 5 di Liga 2 PT LIB 2017 lalu membuat posisi Persinga Ngawi sebagai salah satu tim yang ikut terdegradasi dan turun kasta masuk ke kompetisi amatir Liga 3.


“Setelah terdegradasi pada musim kompetisi tahun lalu kini Persinga Ngawi mulai menata diri kembali dari nol. Kini semuanya sudah kita persiapkan kembali untuk move on termasuk mereview skuad Persinga baik pemain dan pelatih kalau soal sumber anggaran memang sedikit bernafas lega,” terang Dwi Rianto Jatmiko selaku CEO Manajemen Persinga Ngawi, Selasa (16/01).


Antok demikian panggilan akrabnya tidak mengelak jika beban anggaran operasional Persinga Ngawi memang diperbolehkan bersumber dari kekuatan APBD mengingat dari status tim berada di level Liga 3. Kendati demikian, apabila bertumpu pada satu sumber anggaran untuk mensuport Laskar Ketonggo julukan Persinga Ngawi jelas tidak mungkin.


“Kita tetap membuka kran anggaran dari sumber lain kehadiran sponsor sebagai partnership tetap kita cari. Supaya Persinga Ngawi keberadaanya makin sehat dan apapun alasanya kekuatan tim ditunjang dari financial agar tahun depan kita hengkang dari Liga 3 ini dan kembali ke ajang professional,” beber Antok.


Seperti apa mekanisme gelontoran anggaran dari APBD tambah Antok, tetap melalui alurnya yakni bertumpu pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Ngawi yang disuntikan ke Askab PSSI Ngawi. Tetapi besaran budget dana yang dibutuhkan Persinga terang Antok yang juga Ketua Askab PSSI Ngawi masih dalam hitungan dan kalkulasi.


Mengenai skuad tim jelasnya lagi, ia sudah menunjuk Fachrudin untuk membesut Persinga Ngawi. Pelatih asal Surabaya tersebut dibebankan untuk segera merilis pemain yang tentunya disesuaikan dengan regulasi Liga 3. Maklum, di liga amatir ini dari kabar terbaru ada limit usia pemain lebih diperketat nantinya bakal didominasi pemain berusia 23 tahun.


“Kalau soal pemain tidak terlalu khawatir bisa kita ambilkan dari pemain Ngawi FC yang usianya memang rata-rata 23 tahun. Intinya kompetisi tahun ini Persinga punya power agar bisa kembali ke Liga 2,” cetus Antok.

Seperti diketahui sebelumnya, ada 38 klub atau tim terdegradasi ke Liga 3 setelah gagal bersaing di kompetisi Liga 2 2017 lalu. Mayoritas klub sudah terlempar sejak babak penyisihan dan sisanya gagal berbuat banyak dalam menjalani fase play-off di Solo, Madiun, Malang, dan Sidoarjo.

Nasib tragis dialami Jawa Timur yang harus rela 12 klub turun kasta. Jumlah tersebut terbanyak dibanding wilayah-wilayah lain yang turut kehilangan kontestan di Liga 2. Persatu Tuban, Persinga Ngawi, Madiun Putra, PSBI Blitar, Perssu Real Madura, Persida Sidoarjo, dan Persekap Pasuruan gagal bersaing di fase grup. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: