Tuesday, January 23, 2018

Sikat Calo SIM, Satlantas Polres Ngawi Utamakan Pelayanan Prima

SiagaNews || Untuk kesekian kalinya Satuan Penerbitan Administrasi (Satpas) SIM Polres Ngawi menegaskan untuk terus berinovasi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara prima. Salah satu upayanya adalah dengan memperketat pengawasan untuk mengantisipasi oknum yang tidak bertanggungjawab khususnya para calo SIM.

“Kami terus memburu para calo SIM dengan mengerahkan petugas untuk mengawasi pelaksanaan pelayanan yang bebas pungli di kantor pelayanan Satpas SIM Polres Ngawi. Jangan sampai warga percaya dengan janji-janji para calo SIM jika ada,” ujar Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Selasa (23/01).

Tegasnya, Satpas SIM Polres Ngawi sendiri terus meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik, Salah satunya dengan memasang spanduk yang berisi informasi mekanisme pembuatan SIM, spanduk himbauan untuk tidak menggunakan jasa calo agar tidak tertipu plus pembubuhan nomor telepon pengaduan masyarakat, panel indeks kepuasan masyarakat dan ruang pelayanan pengaduan masyarakat.

“Sejak awal kami sudah memasang spanduk alur mekanisme atau prosedur tentang proses pembuatan atau pelayanan SIM yang lebih jelas dan informatif untuk menghindari praktek percaloan. Beragam fasilitas pada satu titik mempermudahkan kita untuk melakukan pengawasan, Sehingga pelayanan SIM ini benar-benar prima,” jelas AKP Rukimin.

Tandasnya, jika pihaknya transparan dengan hasil ujian SIM dan juga biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) di tempat pelayanan SIM. Jadi dirinya menampik anggapan jika di SIM Polres Ngawi marak aksi pungli.

“Hingga kini kami tetap menjaga transparansi pelayanan SIM. Maka ketegasan kami boleh di cek di Satreskrim Polres Ngawi sekarang ini sudah ada oknum atau seseorang yang diduga melakukan penyalahgunaan pelayanan SIM diproses hukum,” bebernya.

Sementara itu dari penelusuran awak media, sekarang ini ada satu orang yang diamankan petugas kepolisian setelah diduga sebagai calo SIM. Seperti data yang berhasil diambil dari Satreskrim Polres Ngawi seseorang yang diduga sebagai calo SIM tersebut berinisial TF pria 33 tahun asal Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota.

Dari informasinya korban dari TF ini ada 4 orang pemohon SIM. Modusnya, terduga pelaku ini menjanjikan pembuatan SIM C dan peningkatan SIM A ke SIM B1 dengan membayar sejumlah ongkos biaya. Dan para korban hanya diberikan foto copy blangko kosong surat keterangan sebagai pengganti SIM untuk meyakinkan para korbanya.

Berikut syarat administrasi pembuatan SIM antara lain memiliki KTP, mengisi formulir permohonan, sehat jasmani dan rohani dan lulus ujian. Dan lulus ujian yang dimaksudkan adalah lulus ujian teori, ujian praktek, diwajibkan mengikuti klinik mengemudi untuk mendapatkan surat keterangan uji klinik mengemudi.

Untuk biaya administrasi pembuatan SIM baru dan perpanjangan SIM seperti berikut, untuk SIM A Rp 120 ribu, A umum Rp 120 ribu, B1 Rp 120 ribu, B1 umum Rp 120 ribu, BII Rp 120 ribu, BII umum Rp 120 ribu, C Rp 100 ribu dan D Rp 50 ribu.

Untuk biaya administrasi SIM proses perpanjangan sebagai berikut, untuk SIM A Rp 80 ribu, A umum Rp 80 ribu, B1 Rp 80 ribu, B1 umum Rp 80 ribu, BII Ro 80 ribu, BII umum Rp 80 ribu, C Rp 75 ribu dan D Rp 30 ribu.

“Untuk para pemohon SIM baru kami persilahkan sebelumnya membaca spanduk agar memahami mekanisme administrasi pembuatan SIM. Dan sebelum ujian praktek kami mohon untuk berlatih diluar jam praktek,” pungkas AKP Rukimin.  (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: