Wednesday, January 10, 2018

Soal Restorasi Gedung Dewan, DPUPR Ngawi Pastikan Realisasi Secepatnya


SiagaNews || Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi memastikan restorasi gedung dewan tahap III akan direalisasikan sekitar Maret 2018 mendatang. Kejelasan itu disampaikan Hadi Suroso Kepala DPUPR Ngawi melalui pemaparan langsung dihadapan anggota Komisi IV DPRD Ngawi di ruang paripurna gedung dewan setempat, Rabu (10/01).

Direncanakan pagu anggaran restorasi tersebut budgetnya sekitar Rp 7,6 miliar sedangkan biaya konstruksi fisik (BKF) senilai Rp 7,4 miliar lebih bersumber dari DAU 2018. Pekerjaan pokok pada proses restorasi meliputi tiga hal antara lain struktur, arsitektur dan mechanichal elektrik. Dengan rincian pekerjaan mulai rehab gedung utama, mushola, garasi, ruang genset dan pagar keliling gedung bagian belakang.

"Restorasi gedung dewan ini akan secepatnya diproses dan akhir Januari nanti pengadaan barang jasanya segera kita daftarkan ke ULP. Seterusnya pada sekitar Maret bisa diterbitkan surat perintah kerja (SPK-red) agar restorasi ini selesai enam bulan terhitung dari mulai pekerjaan," terang Hadi Suroso Kepala DPUPR Ngawi, Rabu (10/01).

Ia membenarkan dari hasil pemaparan yang dihadiri Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko ada beberapa usulan seperti penambahan ruang tunggu, smoking area dan posisi backdrop loby. Tidak sebatas itu dari anggota dewan sendiri meminta sistim pendingin ruang atau AC khususnya di ruang paripurna lebih mengedepankan estetika dibanding dari perencanaan sebelumnya yakni AC dinding. Kendati demikian usulan itu tetap ditindaklanjuti meskipun harus disesuaikan dengan anggaran. Menyusul AC sentral sesuai usulan anggota dewan memang membutuhkan kost besar termasuk kebutuhan listriknya.

Suroso demikian sapaan akrab Kepala DPUPR Ngawi menambahkan soal Detail Engineering Design (DED) restorasi gedung dewan tahap III sebenarnya sudah clear 2016 lalu. Hanya saja adanya faktor satuan harga membuat alokasi belanja harus di review ulang setelah terjadi deal anggaran. Langkah ini kata Suroso, bermuara pada penghematan anggaran sekitar Rp 35 juta. Kemudian terkait beberapa usulan dewan pihaknya tetap menindaklanjuti tetapi harus disesuaikan dengan pagu anggaran. Tetapi ia memastikan semua ornamen yang ada backgroundnya atau berbahan dasar kayu jati.

Dilain pihak, Antok panggilan akrab Ketua DPRD Ngawi mengatakan pemaparan bersama DPUPR merupakan finalisasi dari semua perencanaan masuk expose kedua. Pada kesempatan itu untuk menampung aspirasi maupun usulan dari para anggota dewan agar restorasi gedung sesuai dengan harapan baik sisi kwalitas maupun manfaatnya. Selain itu, Antok tidak menampik jika pengadaan meubeler tidak bisa direalisasikan dari sumber yang sama (DAU-red) atau terinclude pada restorasi. Demikian juga tentang pagar depan gedung dewan.

"Kita fokus ke meubeler dulu dan itu bisa diambilkan dari anggaran perubahan ditahun ini (PABPD 2018-red). Tetapi untuk pagar bisa direalisasikan tahun depan dan pekerjaanya bisa diakusisi kesekretariatan dewan sendiri," pungkas Antok. (pr)



SHARE THIS

Author:

0 komentar: