Tuesday, January 16, 2018

Tokoh NU Sambut Positif Kapolres Ngawi Tentang Pemberantasan Buta Huruf Al Qur’an


SiagaNews || Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mukhlisin Temulus Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, KH. Ahmad Ulinnuha Rozy sekaligus Ketua PCNU Ngawi menyambut positif terobosan yang dilakukan institusi kepolisian di daerah setempat. Menyusul inovasi baru Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu yang memberikan kebijakan terhadap anggotanya khusus beragama Islam untuk lebih mendalami sekaligus menguasai baca tulis Al Qur’an.


“Tentu kita mensuport positif dan terus mendukung apa yang dilakukan beliau ini (Kapolres Ngawi-red). Sebagai langkah maju apabila setiap anggota kepolisian yang beragama Islam bisa menguasai dan bisa membaca Al Qur’an tentunya dilingkungan Polres Ngawi akan tercipta kehidupan yang religi, adem dan tercipta kepribadian beraklaq karimah setiap anggota kepolisian,” terang KH. Ahmad Ulinnuha Rozy via selular, Selasa (16/01).


Dia menuturkan secara umum banyak sekali penyebab masih banyaknya umat muslim di Indonesia yang masih buta baca Al Qur’an. Diantaranya adalah kebutuhan mushaf Al Qur’an yang masih besar. Sehingga kebijakan Kapolres Ngawi yang sangat inovatif tersebut sebagai salah satu sumbangsih terhadap pemberantasan buta huruf Al Qur’an.


Sementara itu dalam waktu yang sama di Masjid Miftahul Huda Polres Ngawi telah diadakan launching  kegiatan dengan tema ‘Bebas Buta Baca Al Qur’an’ yang dibuka Wakapolres Ngawi Kompol Hartono. Ia pun berpesan, dalam program pemberantasan buta baca Al Qur’an bagi anggota kepolisian yang muslim harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab dan keseriusan. Diharapkan akan bermuara pada pembentukan pribadi yang lebih baik dari sebelumnya sehingga ilmunya tersebut bisa diaplikasikan dengan tugas pokok sebagai anggota Korps Bhayangkara.


Hal senada juga disampaikan KH. Miftahul Ulum seorang ustdaz sekaligus pembimbing pemberantasan buta baca Al Qur’an Polres Ngawi dari Sekretariat Tarsana Jalan Perkutut, Beran. Ia menekankan, kewajiban menguasai wajib baca Al Qur’an memang perlu proses yang panjang dan harus dilakukan dengan rasa kesabaran. Sebab, ilmu tajwid di Al Qur’an ada beberapa macam yang harus dikuasai sehingga tidak mengurangi makna sebenarnya di dalam Al Qur’an. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: