Sunday, February 4, 2018

Alasan Puti Blusukan Di Ngawi Pengen Kompetisi Politik Secara Fair Play


SiagaNews || Setelah didesak akhirnya Puti Guntur Soekarno blak-blakan beberkan terkait kedatanganya di Ngawi.  Dalam pertarungan di Pilgub Jatim 2018 nanti Puti kepengen fair play, kompetitif beradu program kerakyatan dengan pesaingnya.


"Kita blusukan ke daerah seperti Ngawi ini untuk melihat potensi yang dimiliki. Itu kita lihat dari berbagai sisi baik ekonominya maupun sosialnya. Pada poinya kita ingin bermain secara kompetitif dan fair bagaimana beradu program," terang Puti Guntur Soekarno, Minggu (04/02).


Kata Puti, ada beberapa prioritas program yang menjadi pemikiranya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Sehingga bisa diakslerasikan dengan kebijakan lain yang strategis. Ia mengakui keberadaan perempuan di titik tertentu masih termaginalkan.

Sehingga tidak salahnya program peranan perempuan yang tercover dalam kesetaraan gender bakal dimaksimalkan. Seperti pertemuanya dengan kalangan Fatayat NU di Ngawi bisa menggali potensi permasalahan yang terjadi untuk mencarikan solusinya.


Selain itu masih bicara tentang perekonomian masyarakat tentang daerah seperti Ngawi bebernya, dibawah besutan  Budi Sulistyono/Kanang selaku Bupati Ngawi mampu memberikan warna tersendiri akan swasembada pangan. Hal itu dibuktikan dengan sentuhan pertanianya, Ngawi menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jatim.


"Keberadaan Ngawi ini dari sisi pertanianya tidak disangsikan lagi. Ada banyak buktinya termasuk Ngawi menjadi lumbungnya pangan di Jatim. Sehingga prestasi positif dibawah Pak Kanang ini harus dipertahankan terus dan ditingkatkan," ujar Puti.


Pungkasnya, masih banyak lagi program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus digenjot agar lebih efektif tepat sasaran pada obyeknya. Namun Puti enggan menjelaskan seperti apa prioritas program yang ia bawa nanti dalam pengambilan kebijakan demi majunya Jawa Timur. Alasanya, sebagai pendamping Gus Ipul belum ada penetapan dari pihak KPU. (pr )

SHARE THIS

Author:

0 komentar: